Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Bengkulu

Induk dan Anak Gajah Ditemukan Mati di Mukomuko, BKSDA Selidiki Penyebabnya

Induk dan Anak Gajah Ditemukan Mati di Mukomuko, BKSDA Selidiki Penyebabnya

Tayang:
Penulis: Beta Misutra | Editor: Rita Lismini
TribunBengkulu.com
GAJAH MATI - Dua ekor gajah liar yang terdiri dari satu indukan dan satu anakan ditemukan mati di wilayah konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), kawasan Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Kamis (30/4/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Sepasang gajah liar, induk dan anak, ditemukan mati di Air Teramang, Mukomuko, Bengkulu.
  • Bangkai ditemukan membusuk di kebun warga dalam kawasan konsesi perusahaan.
  • Penemuan berawal dari laporan warga, lalu ditindaklanjuti BKSDA dan polisi.
  • Gading gajah induk masih utuh, dugaan awal bukan karena perburuan.
  • Penyebab kematian masih diselidiki melalui proses nekropsi.

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Sepasang gajah liar, induk dan anak, ditemukan mati di Hutan Produksi Air Teramang, Mukomuko, Bengkulu, Kamis (30/4/2026). 

Penemuan bangkai satwa dilindungi itu langsung memicu perhatian aparat dan petugas konservasi.

Kedua bangkai gajah ditemukan dalam kondisi telah membusuk di area kebun masyarakat yang berada di dalam konsesi HGU perusahaan. 

Lokasi penemuan berada di Desa Retak Mudik, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko.

Pantauan awal di lapangan, petugas kepolisian bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga setempat.

Berawal dari Laporan Warga

Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, mengatakan informasi awal mengenai kematian gajah diperoleh dari masyarakat.

Setelah menerima laporan tersebut, BKSDA segera mengirim tim ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap bangkai gajah.

“Awalnya kami mendapat informasi dari masyarakat tentang gajah yang mati,” kata Said Jauhari.

Menurutnya, tim diterjunkan untuk melakukan nekropsi, yakni pembedahan pemeriksaan terhadap bangkai hewan guna mengetahui penyebab kematian.

Langkah ini dilakukan karena kasus kematian gajah liar di habitat alaminya harus ditangani secara ilmiah dan terukur.

BKSDA Temukan Gading Masih Utuh

Dari hasil pemeriksaan awal, BKSDA menyebut bagian gigi caling atau gading pada indukan gajah betina masih dalam kondisi utuh.

Temuan itu menjadi petunjuk penting karena menunjukkan dugaan sementara bahwa kematian gajah bukan disebabkan aksi perburuan liar.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved