Minggu, 17 Mei 2026

Berita Bengkulu

Gubernur Helmi Hasan Serukan Amalan Mitigasi Langit, Zikir dan Doa Agar Bengkulu Terhindar Bencana

Amalan Mitigasi langit resmi dimulai: masyarakat diajak memperkuat spiritualitas untuk menjaga Bengkulu dari musibah

Tayang:
TribunBengkulu.com
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyerukan gerakan amalan “mitigasi langit” dengan doa, zikir, dan muhasabah sebagai ikhtiar menghadapi potensi bencana. 
Ringkasan Berita:
  1. Gubernur Bengkulu menyerukan gerakan “mitigasi langit” dengan doa, zikir, dan muhasabah sebagai ikhtiar menghadapi potensi bencana.
  2. Surat edaran itu mengajak seluruh masjid dan majelis taklim menggerakkan warga untuk memperbanyak istigfar, sedekah, dan membaca doa perlindungan.
  3. Pemprov Bengkulu berharap pendekatan spiritual ini menjadi kekuatan kolektif untuk menjaga daerah dari musibah seperti banjir, longsor, dan gempa bumi.

Amalan Mitigasi Langit, Cara Bengkulu Hadapi Ancaman Bencana Lewat Pendekatan Spiritual

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu mengeluarkan imbauan yang tidak biasa dalam menghadapi potensi bencana.

Melalui surat edaran bertanggal 25 November 2025, Gubernur Bengkulu H Helmi Hasan menyerukan gerakan 'Amalan Mitigasi Langit', sebuah pendekatan spiritual berupa zikir, istigfar, muhasabah, dan doa sebagai upaya melindungi daerah dari bencana alam.

Edaran ini dikeluarkan sebagai tindak lanjut Taushiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu Tahun 1447 H/2025 M yang diterbitkan pada 11 November 2025.

Pemerintah menilai bahwa ikhtiar spiritual perlu berjalan beriringan dengan upaya mitigasi teknis untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Dalam surat tersebut, Gubernur Helmi Hasan mengimbau seluruh pengurus masjid, musholla, dan majelis taklim se-Provinsi Bengkulu untuk mengajak jamaah melakukan amalan yang dapat dilazimkan setiap hari.

Amalan itu antara lain memperbanyak istigfar, saling memaafkan, bersedekah, bermuhasabah, serta membiasakan membaca Surat Yasin setelah Subuh dan Maghrib.

Edaran itu juga memuat anjuran membaca doa pagi dan sore sebagai bentuk perlindungan dari berbagai potensi bencana seperti banjir, longsor, kebakaran, hingga gempa bumi. 

Gubernur Helmi menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk ikhtiar kolektif masyarakat Bengkulu untuk memohon perlindungan Allah SWT di tengah ketidakpastian cuaca dan meningkatnya risiko bencana di wilayah tersebut.

“Semoga Provinsi Bengkulu terhindar dari musibah dan bencana,” tulisnya dalam penutup edaran tersebut.

Dengan pendekatan yang menggabungkan nilai religius dan kesadaran kolektif, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap gerakan mitigasi langit ini dapat memperkuat kekompakan masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan spiritual di seluruh wilayah.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved