Harga Cabai di Bengkulu

Jelang Nataru, Harga Cabai di Kota Bengkulu Masih Tinggi, Ini Daftar Lengkap Harganya

Harga cabai di Pasar Minggu Kota Bengkulu masih terpantau tinggi pada Senin, 15 Desember 2025.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com/Jiafni Rismawarni
HARGA CABAI - Suasana di salah satu pasar Tradisional Kota Bengkulu. Harga cabai di Pasar Minggu Kota Bengkulu masih terpantau tinggi pada Senin, 15 Desember 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Harga cabai di Kota Bengkulu belum menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
  • Curah hujan yang cukup tinggi membuat hasil panen cabai dari petani berkurang, sehingga pasokan ke pasar tidak maksimal.
  • Cabai menjadi salah satu bahan pangan yang masih dikeluhkan masyarakat karena harganya cukup tinggi menjelang akhir tahun.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 harga cabai di Pasar Minggu Kota Bengkulu masih terpantau tinggi, pada Senin 15 Desember 2025. 

Berdasarkan data pemantauan harga, cabai merah keriting dijual Rp86.000 per kilogram.

Lalu, cabai merah besar Rp70.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah mencapai Rp75.000 per kilogram.

Tingginya harga cabai dirasakan langsung oleh pembeli dan pedagang.

Salah satu pedagang cabai di Pasar Minggu Kota Bengkulu Yani mengatakan, harga cabai belum menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

"Sejak beberapa minggu terakhir harga cabai masih mahal. Cabai merah keriting sekarang di kisaran Rp85 ribu sampai Rp90 ribu per kilo, rawit merah sekitar Rp75 ribu. Stok ada, tapi tidak sebanyak biasanya," kata Yani, Senin (15/12/2025).

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga cabai.

Curah hujan yang cukup tinggi membuat hasil panen cabai dari petani berkurang, sehingga pasokan ke pasar tidak maksimal.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Bengkulu Senin 15 Desember 2025: Hujan Ringan di Selebar-Sungai Serut

"Kalau hujan terus, cabai di kebun banyak yang rusak dan cepat busuk. Jadi pasokan ke pasar berkurang, otomatis harga jadi naik," paparnya.

Selain cabai, sejumlah komoditas lain di Pasar Minggu Kota Bengkulu terpantau relatif stabil.

Namun, cabai menjadi salah satu bahan pangan yang masih dikeluhkan masyarakat karena harganya cukup tinggi menjelang akhir tahun.

Ia pun berharap kondisi cuaca ke depan lebih bersahabat agar produksi cabai kembali normal dan harga di tingkat pasar bisa berangsur turun.

"Ya harapannya kembali normal, jadi kita juga gak was-was jualannya. Cabai, sayur ini kan barang cepat rusak, gak bisa di stok lama," tukasnya. 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved