Kasus Perdagangan Orang di Bengkulu
4 Warga Bengkulu Terjebak di Perusahaan Scam dan Judol Kamboja, Disetrum Jika Tak Capai Target
Empat warga Bengkulu terjebak kerja scam dan judi online di Kamboja, mendapat tekanan berat hingga nekat kabur ke KBRI.
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
Ringkasan Berita:
- Imron dan tiga rekannya tergiur tawaran kerja di Vietnam dengan gaji tinggi.
- Setibanya di luar negeri, mereka justru berada di Kamboja dan bekerja di perusahaan scam dan judi online.
- Jam kerja panjang, denda, dan ancaman hukuman menjadi tekanan sehari-hari.
- Karena takut dipindahkan ke perusahaan lain, Imron dan rekan-rekannya melarikan diri ke KBRI.
- Keluarga berharap pemerintah membantu proses pemulangan ke Bengkulu.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Niat ingin memperbaiki ekonomi keluarga justru membawa petaka bagi Imron (29), warga Bengkulu, yang kini terjebak di perusahaan scam (penipuan) dan judi online (judol) Kamboja.
Bersama tiga rekannya, Imron berangkat dengan iming-iming pekerjaan di perusahaan elektronik di Vietnam dengan gaji Rp12,8 juta per bulan.
Istri Imron, Sustri (42), menceritakan awal mula keberangkatan suaminya yang sebelumnya bekerja sebagai buruh bongkar muat di gudang buah.
Karena kesulitan ekonomi, Imron tertarik dengan tawaran kerja ke Vietnam yang disampaikan oleh temannya.
“Sebelum berangkat abang izin dulu, katanya temannya yang mengajak ke Vietnam dan akan datang dari Palembang,” ujar Sustri saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Selasa (25/1/2026).
Ternyata Berada di Kamboja
Namun, setelah beberapa hari keberangkatan suaminya, Sustri terkejut ketika Imron mengabari bahwa dirinya justru berada di Kamboja, bukan Vietnam seperti yang dijanjikan.
“Seminggu baru dia ngabarin kalau sudah di Kamboja, tapi dia sempat bilang kerja dulu di Vietnam katanya sebagai sales elektronik,” ungkap Sustri.
Setelah beberapa hari, Imron kembali mengabari bahwa pekerjaan yang dijalaninya jauh dari janji awal.
“Penjelasannya di Kamboja bekerja sebagai sales elektronik dan kosmetik, beberapa hari kemudian dia menjelaskan pekerjaannya mengurus judi online,” kata Sustri.
Jam Kerja Panjang dan Larangan Memegang Ponsel
Dalam pengakuannya, Imron bekerja selama 12 jam per hari dengan masa percobaan selama dua bulan.
Selama masa tersebut, ia dilarang memegang telepon genggam pribadi.
| 4 Warga Bengkulu yang Disiksa di Kamboja Akhirnya Pulang, Sujud Syukur saat Tiba di Bandara |
|
|---|
| Curhat 4 Warga Bengkulu di Kamboja saat Rapat Daring dengan DPRD, Menangis Lihat Teman Disiksa |
|
|---|
| Akhirnya, 4 Warga Bengkulu Kabur dari Perusahaan Scam di Kamboja Segera Dipulangkan |
|
|---|
| 4 Warga Bengkulu Kabur dari Perusahaan Scam di Kamboja, Waka Komisi XI DPR RI: Dipulangkan Bertahap |
|
|---|
| Gubernur Helmi Hasan Respons 4 Warga Bengkulu di Kamboja: Kita Tidak Mau Bertentangan dengan Hukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/TERJEBAK-DI-KAMBOJA.jpg)