Minggu, 10 Mei 2026

Kasus Perdagangan Orang di Bengkulu

4 Warga Bengkulu Terjebak di Perusahaan Scam dan Judol Kamboja, Disetrum Jika Tak Capai Target

Empat warga Bengkulu terjebak kerja scam dan judi online di Kamboja, mendapat tekanan berat hingga nekat kabur ke KBRI.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
Dok Ketua DPD Garda Relawan Indonesia Semesta Imam
KORBAN TERJEBAK – Keempat korban berada di KBRI Phnom Penh, Kamboja, Sabtu (24/1/2026). Niat memperbaiki ekonomi keluarga justru membawa petaka bagi Imron (29), warga Bengkulu, yang terjebak bekerja di Kamboja. 

Ringkasan Berita:
  1. Imron dan tiga rekannya tergiur tawaran kerja di Vietnam dengan gaji tinggi.
  2. Setibanya di luar negeri, mereka justru berada di Kamboja dan bekerja di perusahaan scam dan judi online.
  3. Jam kerja panjang, denda, dan ancaman hukuman menjadi tekanan sehari-hari.
  4. Karena takut dipindahkan ke perusahaan lain, Imron dan rekan-rekannya melarikan diri ke KBRI.
  5. Keluarga berharap pemerintah membantu proses pemulangan ke Bengkulu.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Niat ingin memperbaiki ekonomi keluarga justru membawa petaka bagi Imron (29), warga Bengkulu, yang kini terjebak di perusahaan scam (penipuan) dan judi online (judol) Kamboja.

Bersama tiga rekannya, Imron berangkat dengan iming-iming pekerjaan di perusahaan elektronik di Vietnam dengan gaji Rp12,8 juta per bulan.

Istri Imron, Sustri (42), menceritakan awal mula keberangkatan suaminya yang sebelumnya bekerja sebagai buruh bongkar muat di gudang buah.

Karena kesulitan ekonomi, Imron tertarik dengan tawaran kerja ke Vietnam yang disampaikan oleh temannya.

“Sebelum berangkat abang izin dulu, katanya temannya yang mengajak ke Vietnam dan akan datang dari Palembang,” ujar Sustri saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Selasa (25/1/2026).

Ternyata Berada di Kamboja

Namun, setelah beberapa hari keberangkatan suaminya, Sustri terkejut ketika Imron mengabari bahwa dirinya justru berada di Kamboja, bukan Vietnam seperti yang dijanjikan.

“Seminggu baru dia ngabarin kalau sudah di Kamboja, tapi dia sempat bilang kerja dulu di Vietnam katanya sebagai sales elektronik,” ungkap Sustri.

Setelah beberapa hari, Imron kembali mengabari bahwa pekerjaan yang dijalaninya jauh dari janji awal.

“Penjelasannya di Kamboja bekerja sebagai sales elektronik dan kosmetik, beberapa hari kemudian dia menjelaskan pekerjaannya mengurus judi online,” kata Sustri.

Jam Kerja Panjang dan Larangan Memegang Ponsel

Dalam pengakuannya, Imron bekerja selama 12 jam per hari dengan masa percobaan selama dua bulan.

Selama masa tersebut, ia dilarang memegang telepon genggam pribadi.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved