Rabu, 10 Juni 2026

Kasus Perdagangan Orang di Bengkulu

Respon Ketua DPRD Kota Bengkulu soal 4 Warga Kabur Dari Perusahaan Scam dan Judol di Kamboja

Ketua DPRD Kota Bengkulu Herimanto menanggapi terkait empat warga Kota Bengkulu yang terjebak di perusahaan scam (penipuan) dan judol Kamboja.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com/Bima Kurniawan
TANGGAPAN - Ketua DPRD Kota Bengkulu Herimanto saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Senin (26/1/2026). Herimanto menanggapi terkait empat warga Kota Bengkulu yang terjebak di perusahaan scam (penipuan) dan judi online (judol) Kamboja. 

Ringkasan Berita:
  • Herimanto menanggapi terkait empat warga Kota Bengkulu yang terjebak di perusahaan scam (penipuan) dan judi online (judol) Kamboja. 
  • Sebelumnya, 4 warga Kota Bengkulu yang terjebak di perusahaan scam dan judi online di Kamboja ini minta dipulangkan ke Indonesia.
  • Mereka berempat tergiur tawaran pekerjaan di perusahaan elektronik di Vietnam dengan iming-iming gaji Rp12,8 juta per bulan.  

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
 
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU -  Ketua DPRD Kota Bengkulu Herimanto menanggapi terkait empat warga Kota Bengkulu yang terjebak di perusahaan scam (penipuan) dan judi online (judol) Kamboja. 

Diketahui sebelumnya mereka berempat tergiur tawaran pekerjaan di perusahaan elektronik di Vietnam dengan iming-iming gaji Rp12,8 juta per bulan.  

Namun, kenyataan di lapangan jauh dari janji yang diberikan, mereka malah bekerja di perusahaan scam dan judol di Kamboja.  

Selama bekerja, Imron menjalani jam kerja 12 jam per hari dengan masa percobaan dua bulan, ia dilarang menggunakan telepon genggam pribadi. 

Selain jam kerja yang panjang, tekanan kerja juga sangat berat.  

Jika target tidak tercapai, Imron dan rekan-rekannya harus membayar denda dan apabila melakukan kesalahan mereka disentrum dengan pengawas perusahaan.  

Karena tidak mampu memenuhi target dan kerap melakukan kesalahan, Imron dan rekan-rekannya terancam dipindahkan ke perusahaan lain.  

Kondisi tersebut membuat mereka ketakutan di perusahaan baru yang berpotensi mendapatkan perlakuan yang lebih kejam.  

Sehingga mereka akhirnya nekat melarikan diri dan mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, Kamboja.  

Baca juga: Nasib 4 Warga Bengkulu Kabur dari Perusahaan Scam dan Judol di Kamboja, Kini Minta Dipulangkan

Menanggapi hal tersebut Herimanto, meminta pemerintah pusat untuk segera turun tangan melindungi dan memulangkan empat warga asal Kota Bengkulu yang dilaporkan terjebak di Kamboja. 

Keempat orang tersebut merupakan warga negara Indonesia yang harus mendapatkan perlindungan penuh dari negara, terlebih mereka berasal dari Kota Bengkulu. 

"Itu kan warga Kota Bengkulu. Kami berharap ke pemerintah pusat, apa pun bentuknya, tolong lindungi warga dan saudara kami dari Kota Bengkulu,” kata Herimanto. 

Keempat warga tersebut wajib dipulangkan ke tanah air karena merupakan saudara sebangsa dan setanah air. 

“Wajib dikembalikan. Itu saudara kita, sebangsa dan setanah air, apalagi warga Kota Bengkulu,” tegas Herimanto. 

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved