Berita Bengkulu
Waspada Campak di Bengkulu, Dinkes Bengkulu Tekankan Pentingnya Pencegahan
Dinkes Kota Bengkulu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yuni Astuti
Ringkasan Berita:
- Dinkes Kota Bengkulu mengimbau masyarakat waspadai campak.
- Imunisasi harus diperketat guna mencegah campak.
- Upaya pencegahan penularan terutama bagi yang batuk dan pilek untuk mengenakan masker.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak, menyusul adanya peningkatan kasus dalam pemantauan terbaru.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengatakan peningkatan tersebut terdeteksi melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
“Dari pemantauan SKDR, ada 19 sampel yang diperiksa, dan yang sudah dinyatakan positif sebanyak 5 kasus. Jadi memang terjadi peningkatan dibanding sebelumnya,” ujar Nelli.
Baca juga: Dinkes Kepahiang Imbau Warga Jaga Pola Makan, Imbas Penyakit Diare - Batuk Pilek Meningkat
Imunisasi Harus Diperketat
Menurutnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena campak dapat menyerang semua kelompok usia, terutama anak-anak.
Ia menegaskan, langkah pencegahan utama yang harus diperkuat adalah melalui imunisasi, agar kekebalan tubuh anak terhadap virus campak tetap terjaga.
“Untuk saat ini kita harus waspada terhadap campak pada semua usia. Dalam artian, imunisasi harus diperketat agar anak-anak tidak mudah terpapar,” jelasnya.
Nelli juga mengingatkan, campak pada anak, khususnya balita, dapat berdampak serius terhadap kesehatan, bahkan berisiko meningkatkan angka kesakitan dan kematian.
Penularan Lewat Droplet
Selain imunisasi, masyarakat juga diminta untuk memperhatikan pencegahan penularan, terutama bagi yang sedang mengalami gejala batuk dan pilek.
Menurut Nelli, campak menyebar melalui droplet atau percikan dari saluran pernapasan, mirip dengan penyakit pernapasan lainnya.
“Kalau ada yang batuk pilek, harus segera memakai masker agar tidak terjadi penularan, karena campak ini menular lewat droplet,” ungkapnya.
Ia menambahkan, gejala campak umumnya diawali dengan iritasi pada saluran pernapasan yang memicu batuk, sehingga berpotensi mempercepat penyebaran jika tidak diantisipasi.
Sebagai informasi, SKDR merupakan sistem pemantauan penyakit yang digunakan untuk mendeteksi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) secara cepat, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini.
| Polisi Amankan 12 Paket Sabu dari Tangan Pelaku Asal Jambi di Bengkulu Selatan |
|
|---|
| Bupati Rifai Tegaskan Kendaraan ASN Bengkulu Selatan Wajib Gunakan Plat BD, Sanksi Disiapkan |
|
|---|
| Dongkrak PAD, Pelindo Bengkulu Bayar Pajak dan Kewajiban Negara Capai Rp 33,3 Miliar |
|
|---|
| Event Semarak Merah Putih Digelar 10 Hari di Bengkulu, Momentum UMKM Tingkatkan Omzet |
|
|---|
| Bupati Rifai Hadiri Tanam Padi Serentak Se-Indonesia, 29 HA Ditanam di Ketaping Bengkulu Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Bu-nelli-dinkes-bkl-campak.jpg)