Senin, 27 April 2026

Banjir di Bengkulu

Pasca Banjir Lebong, Rumah Warga hingga Infrastruktur Rusak, Proses Pemulihan Masih Berlangsung

Pasca Banjir Bandang Lebong, Rumah Warga hingga Infrastruktur Rusak, Proses Pemulihan Masih Berlangsung.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
PEMULIHAN - Foto suasana usai bencana banjir bandang di Lebong pada Senin (6/4/2026) lalu. Hingga saat ini proses pemulihan pasca bencana masih terus dilakukan. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir Bandang Lebong yang menyebabkan rumah warga hingga infrastruktur rusak, proses pemulihan masih berlangsung.
  • Sejumlah sekolah mengalami kerusakan, mulai dari ruang kelas yang terendam air, keramik lantai pecah, hingga kerusakan pada peralatan belajar mengajar.
  • Terkait proses pemulihan kedepannya, BPBD akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinsos, Dinas PUPR dan lainnya. 

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Minggu (5/4/2026) di Kabupaten Lebong menyebabkan kerusakan pada permukiman warga, infrastruktur, serta fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, dampak bencana tersebut tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Uram Jaya, Amen, Lebong Utara, Lebong Tengah, hingga Pinang Belapis.

BPBD mencatat ratusan kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir dan longsor.

Di Kelurahan Pasar Muara Aman tercatat 138 KK rumah mengalami kerusakan ringan akibat banjir.

Sementara di Kampung Muara Aman sebanyak 137 KK juga terdampak dengan kategori serupa.

Di Desa Nangai Amen, jumlah dampak lebih besar dengan 273 KK rumah rusak ringan dan 13 KK mengalami kerusakan berat.

Selain itu, Desa Kota Agung mencatat 374 KK rumah rusak ringan, sementara Desa Tangua terdapat 270 KK rumah terdampak dan 1 KK mengalami kerusakan berat.

Wilayah lain seperti Desa Tunggang, Desa Sungai Gerong, Desa Karang Anyar, hingga sejumlah desa di Kecamatan Lebong Tengah juga mengalami dampak serupa dengan kategori kerusakan ringan hingga berat.

Infrastruktur dan Fasilitas Umum Rusak

Selain permukiman warga, kerusakan juga terjadi pada berbagai infrastruktur umum. Di Desa Tunggang, jembatan gantung dilaporkan putus, jalan usaha tani longsor, serta beberapa ruas jalan mengalami kerusakan.

Kerusakan juga terjadi pada jaringan irigasi di sejumlah desa seperti Desa Embong, Desa Kota Baru, dan Desa Tangua, serta kerusakan pada bronjong penahan tebing dan perpipaan air bersih masyarakat.

Di sektor pertanian, sawah warga turut terdampak, termasuk di Desa Kota Agung yang mencatat sekitar 10 hektare lahan pertanian terdampak.

Baca juga: Cerita Darmi Korban Banjir Lebong, 3 Hari Bertahan dari Bantuan, Kompor dan Beras Hanyut

Dampak banjir dan longsor juga dirasakan di sektor pendidikan.

Data menunjukkan sejumlah sekolah mengalami kerusakan, mulai dari ruang kelas yang terendam air, keramik lantai pecah, hingga kerusakan pada peralatan belajar mengajar.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved