Kecelakaan Maut di Lebong
Angka Kecelakaan Pelajar Cukup Tinggi, Polres Lebong Pesankah Hal Ini
Angka Kecelakaan Pelajar Cukup Tinggi, Polres Lebong Sampaikan Ini. Minta orang tua tidak berikan anak kendaraan.
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Kasat Lantas Polres Lebong Iptu Hendra Wijaya mengatakan kasus kecelakaan anak di bawah umur masih cukup tinggi terjadi di Lebong.
- Faktor psikologis dan pengalaman berkendara sangat memengaruhi keselamatan di jalan raya.
- Orang tua diminta untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak, termasuk dalam penggunaan kendaraan bermotor.
Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur di Kabupaten Lebong masih tergolong tinggi.
Tak jarang, beberapa korban yang masih berstatus sebagai pelajar bahkan harus kehilangan nyawanya akibat kecelakaan.
Kasat Lantas Polres Lebong, Iptu Hendra Wijaya saat ditanya wartawan TribunBengkulu.com tak membantahnya.
Dimana memang kasus kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur masih cukup tinggi terjadi di Lebong.
Oleh karena itu, Kasat meminta agar para orang tua tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak-anak yang belum cukup umur.
Baca juga: Kecelakaan Maut Motor vs Mobil Taft Tewaskan Pelajar Lebong, Pengemudi Masih Keluarga Korban
Ini karena anak-anak belum memenuhi persyaratan secara hukum maupun psikologis untuk berkendara di jalan raya.
“Untuk para orang tua di Lebong, kami mengimbau agar tidak memberikan kendaraan kepada anak-anak, Anak-anak belum layak secara psikologis untuk mengendarai kendaraan. Kontrol diri mereka belum cukup saat berada di jalan,”himbau Kasat.
Anak Belum Siap Secara Psikologis
Menurutnya, anak di bawah umur cenderung belum memiliki kematangan emosi dan kemampuan mengambil keputusan yang cepat dan tepat saat menghadapi situasi di jalan.
Sehingga, kebanyakan menggunakan kendaraannya dengan kecepatan yang tinggi.
“Anak-anak cenderung kurang mampu mengendalikan diri dan berpotensi berkendara secara ugal-ugalan. Hal ini sangat berisiko, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,”jelasnya.
Faktor psikologis dan pengalaman berkendara sangat memengaruhi keselamatan di jalan raya.
Terutama di wilayah yang memiliki arus lalu lintas cukup ramai seperti kawasan sekolah dan permukiman warga.
"Mari bersama kita mencegah kasus kecelakaan yang melibatkan anak dibawah umur,"lanjutnya.
Kasat juga meminta orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak, termasuk dalam penggunaan kendaraan bermotor.
Apalagi jika mengetahui anak-anaknya terlibat dalam aksi balap liar.
“Selalu awasi anak-anak. Jangan biarkan mereka membawa kendaraan sendiri jika belum cukup umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu menggunakan kelengkapan berkendara seperti helm standar, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Satlantas Polres Lebong akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah guna menekan angka kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur.
"Terus kita lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menekan angka terjadinya laka lantas,"tutup Kasat.
Motor vs Mobil, Pelajar Tewas
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Desa Lemeu Pit Kecamatan Lebong Sakti tepatnya di depan SMA Negeri 3 Lebong pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang pelajar menabrak sebuah mobil.
Akibatnya, remaja bernama Rafael (13) warga Desa Muning Agung Kecamatan Lebong Sakti meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Lebong AKP Hadi Sutrisno, melalui Kasubsi PIDM Humas, Aipda Syaiful Anwar, membenarkan adanya kecelakaan maut tersebut.
Laka ini melibatkan sepeda motor Yamaha Mio warna putih tanpa nomor polisi dan mobil Daihatsu Taft warna hijau tua dengan nomor polisi BD 1958 KD.
"Benar ada laka, motor menabrak mobil, satu orang meninggal dunia,"sampai Syaiful saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com pada Selasa (17/2/2026) sore.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kondisi jalan di lokasi merupakan jalan raya yang sedikit menikung dari arah Muara Aman menuju Talang Leak.
Permukaan jalan beraspal hotmix dalam kondisi datar, cuaca cerah, dan arus lalu lintas ramai karena berada di kawasan sekolah dan permukiman warga.
Saat itu, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah Muara Aman menuju Talang Leak.
Saat melintas di tikungan depan SMA Negeri 3 Lebong, sepeda motor diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan kehilangan kendali.
Korban saat kehilangan kendali, dari arah berlawanan datang mobil Daihatsu Taft.
Pengemudi mobil disebut telah melihat sepeda motor tersebut dan melakukan pengereman hingga kendaraan berhenti.
Namun, karena posisi jalan menikung, korban tidak sempat melakukan pengereman hingga akhirnya menabrak bagian depan mobil.
"Korban saat itu melaju dengan kecepatan tinggi, diduga hilang kendali sehingga menabrak bagian depan mobil,"lanjut Syaiful.
Akibat kecelakaan tersebut, pelajar itu mengalami luka parah ditubuhnya.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Lebong untuk mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan meninggal dunia.
Sedangkan untuk pengemudi dan penumpang mobil diduga tidak mengalami luka.
Usai kejadian, pengemudi dan penumpang mobil dilaporkan meninggalkan lokasi.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Satlantas Polres Lebong.
Sat Lantas Polres Lebong telah menerima laporan, mendatangi dan melakukan olah TKP, mencatat identitas pihak yang terlibat, mencari serta mencatat saksi-saksi dan mengamankan barang bukti.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara, khususnya di kawasan permukiman dengan arus lalu lintas padat.
"Ya tadi pengemudi mobilnya sudah tidak ada di lokasi, sekarang kecelakaan ini masih dalam penyelidikan oleh Sat Lantas Polres Lebong,"tutup Syaiful.
| Kronologi Pelajar Tabrak Pejalan Kaki di Lebong Sakti, Lansia Meninggal Dunia |
|
|---|
| Sopir dan Truk DLH Diamankan Usai Laka Maut, Layanan Sampah di Lebong Tetap Jalan |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Tewaskan Lansia, Sopir dan Truk Sampah DLH Masih Diamankan di Polres Lebong |
|
|---|
| Terungkap! Sopir yang Tabrak Pelajar SMAN 3 Lebong hingga Tewas, Ternyata Masih Keluarga Korban |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Motor vs Mobil Taft Tewaskan Pelajar Lebong, Pengemudi Masih Keluarga Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Pelajar-tewas-kecelakaan-17-feb-2026-3.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.