Minggu, 26 April 2026

Banjir di Lebong

Lebong Dilanda Banjir dan Longsor, Ratusan Warga Terdampak dan Mengungsi

Ratusan warga ramai mengungsi akibat bencana banjir dan longsor di Lebong, 130 personel kepolisian diterjunkan.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yuni Astuti
TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
EVAKUASI - Personel Polres Lebong saat membantu membersihkan sisa lumpur akibat banjir bandang Lebong pada Senin (6/4/2026). Proses evakuasi dan penanganan pasca bencana masih terus dilakukan hingga saat ini. 
Ringkasan Berita:
  • Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong, Minggu (5/4/2026).
  • Ratusan warga mengungsi dampak dari banjir dan tanah longsor.
  • Sebanyak 130 personel kepolisian diterjunkan ke sejumlah titik terdampak, khususnya di wilayah Lebong Tengah dan Lebong Utara.

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong pada Minggu (5/4/2026) sore.

Banjir terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.

Dampaknya, ratusan warga terdampak, permukiman terendam, serta akses lalulintas di beberapa titik terganggu.

Jajaran Polres Lebong bersama BPBD Lebong dan TNI melakukan penanganan cepat terhadap bencana banjir yang melanda. 

Personel Diterjunkan, Fokus Evakuasi dan Pengamanan

Sebanyak 130 personel kepolisian diterjunkan ke sejumlah titik terdampak, khususnya di wilayah Lebong Tengah dan Lebong Utara.

Personel dari Polres dan Polsek jajaran langsung melakukan pemantauan, evakuasi warga, serta pengamanan di lokasi rawan.

Di Kecamatan Lebong Tengah, banjir merendam puluhan rumah warga, lahan pertanian, serta fasilitas umum.

Satu unit jembatan di Desa Tanjung Bungai II dilaporkan putus akibat derasnya arus air, sehingga menghambat akses transportasi warga.

Sementara di wilayah Lebong Utara, sekitar 200 rumah warga terdampak dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

Baca juga: Banjir Bandang di Lebong dan Seluma, BPBD: Masyarakat Harus Waspada Bencana Susulan

Penanganan Terpadu dan Bantuan untuk Warga

Dalam penanganan di lapangan, Polres Lebong bersinergi dengan BPBD, TNI, serta masyarakat untuk melakukan evakuasi, pendataan korban, dan pembersihan lingkungan pasca banjir.

Seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) turut memberikan bantuan kepada warga terdampak, baik berupa bahan pangan, pakan ternak, maupun tenaga untuk membersihkan lokasi yang terdampak banjir.

Longsor dan Akses Jalan Masih Terdampak

Selain banjir, bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Pinang Belapis dan Uram Jaya. Material longsor sempat menutup badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

Hingga saat ini, sejumlah akses jalan dilaporkan masih terdampak banjir dan longsor, sehingga mobilitas masyarakat belum sepenuhnya normal.

Petugas gabungan terus melakukan pembersihan material agar akses dapat kembali dilalui.

Kondisi Berangsur Surut, Petugas Tetap Siaga

Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, menegaskan bahwa pihaknya akan terus hadir dalam setiap penanganan bencana bersama instansi terkait. Sejauh ini, kondisi sudah berangsur pulih namun pihaknya terus melakukan upaya evakuasi pasca bencana. 

"Kami bersama instansi terkait dan masyarakat terus bekerja sama dalam penanganan bencana ini. Kita berharap Lebong segera pulih kembali,”sampai Kapolres.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Lebong Iptu Hadi Sutrisno melalui Kasubsi PIDM Humas Aipda Syaiful Anwar, menyampaikan bahwa kondisi banjir saat ini mulai berangsur surut. Namun material sisa banjir masih banyak dilokasi dan sedang dalam proses pembersihan. 

“Kondisi saat ini air sudah mulai surut, namun personel masih tetap siaga di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan,”jelasnya.

Sedangkan untuk bencana longsor, sejumlah akses jalan dibebarapa titik masih tertutup. Oleh karena itu, arus lalulintas di Kabupaten Lebong masih belum normal. 

"Ada beberapa titik longsor yang menutup badan jalan, lagi proses penanganan,"lanjutnya. 

Selain itu, pihak terkait juga telah mendirikan tenda pengungsian. Namun, sebagian besar warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga terdekat.

Data korban terdampak hingga saat ini masih dalam proses pendataan. Berdasarkan informasi sementara, jumlah warga terdampak mencapai ratusan orang yang tersebar di beberapa wilayah.

"Ada tenda pengungsian, tapi banyak warga memilih mengungsi ke rumah keluarganya,"sampainya. 

Petugas gabungan tetap disiagakan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

 

 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved