Idul Adha 2026
Makna dan Sejarah Idul Adha yang Identik dengan Haji dan Kurban
Sejarah Idul Adha berkaitan erat dengan kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.
TRIBUNBENGKULU.COM - Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah.
Selain dikenal sebagai hari raya kurban, Idul Adha juga sering disebut sebagai Lebaran Haji karena bertepatan dengan pelaksanaan puncak ibadah haji di Tanah Suci.
Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 akan dilaksanakan, pada Rabu 27 Mei 2026 mendatang.
Seperti diketahui, Hari Raya Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 dzulhijjah.
Sejarah Idul Adha berkaitan erat dengan kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Dalam ajaran Islam, Nabi Ibrahim mendapat perintah melalui mimpi untuk menyembelih putranya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Meski berat menjalankan perintah tersebut, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menunjukkan keikhlasan serta kepatuhan. Saat proses penyembelihan hendak dilakukan, Allah SWT kemudian mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai bentuk rahmat dan ujian keimanan yang telah berhasil dilalui.
Peristiwa itu kemudian menjadi dasar pelaksanaan ibadah kurban bagi umat Islam setiap Hari Raya Idul Adha. Hewan kurban seperti sapi, kambing, domba, atau unta disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.
Selain identik dengan kurban, Idul Adha juga disebut Lebaran Haji karena waktunya bersamaan dengan pelaksanaan rangkaian ibadah haji di Makkah, Arab Saudi.
Pada momen tersebut, jutaan umat Islam dari berbagai negara menjalani wukuf di Arafah yang menjadi puncak ibadah haji.
Hingga kini, Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol pengorbanan, keikhlasan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama.
Idul Adha ini juga sering dikaitkan dengan peristiwa nabi Ibarhim dengan putranya Nabi Ismail.
Untuk mengetahui sejarah dari Hari Raya Idul Adha, berikut ulasannya yang dilansir dari laman resmi Kompas.com.
Sejarah Idul Adha ini bermula dari kisah Nabi Ibrahim dan Siti hajar yang merupakan istri kedua Nabi Ibrahim yang belum dikaruniai seorang anak.
Ada satu riwayat yang menyebutkan jika usia Nabi Ibrahim ketika itu berumur 85 tahun.
Baca juga: Bacaan Doa dan Niat Kurban Idul Adha 1447 H/2026 Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Setelah berusaha dan berdoa, akhirnya doa Nabi Ibrahim dan Siti Hajar dikabulkan oleh Allah SWT, Siti Hajar mengandung kemudian melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ismail.
Setelah Nabi Ismail lahir, sayangnya Nabi Ibrahim tidak bisa bersama dalam waktu yang lama bersama sang istri dan anaknya.
Hal ini karena Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk meninggalkan Mekkah dan harus pergi ke Yerussalem.
Nabi Ibrahim dan Siti Hajar menerima dengan ikhlas perintah dari Allah SWT.
Dalam perjalanan Nabi Ibrahim ke Yerussalem, Siti Hajar mengalami peristiwa penting hingga akhirnya peristiwa itu menjadi salah satu rukun dari ibadah haji.
Dilansri dari Kompas.com, Siti Hajar dan Simail ditinggalkan oleh nabi Ibrahim di Mekkah yang begitu tandus.
Dan ketika itu, Siti Hajar kehabisan persediaan air dan juga bekal di sisi lain, nabi ismail yang kala itu masih bayi menangis karena kelaparan.
Dan ketika itu, Siti Hajar melihat bayangan air di Bukit Shafa dan Bukit Marwah, hingga akhirnya Siti Hajar bolak balik anatara kedua bukit itu sebanyak tujuh kali namun tetap tidak menemukan air.
Siti Hajar sudah berusaha untuk mencari air di dua bukit itu, hingga akhirnya Siti Hajar menemukan sumber air dari tanah tepat di bawah kaki ismail.
Kini mata air itu disebut dengan air zamzam yang memiliki arti berkumpul, air zamzam ini tidak pernah kering selama 4.000 tahun.
Dan dari peristiwa inilah menjadi salah satu rukun hahi, yaitu sa'i atau berjalan kaki dan berlari-lari kecil, sebanyak tujuh kali ke Bukit Shafa dan Bukit Marwah.
Sejarah Idul Adha Dikenal sebagai Ibadah Kurban
Hari Raya idul Adha juga biasa disebut dikenal dengan ibadah kurban.
Sebagaiamana diketahui hari Raya Idul Adha tak terlepas dari penyembelihan hewan Kurban dan ada kaitannya dengan sejarah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi ismail.
Melansir dari laman Islam.nu.or.id, Saat itu Nabi Ibrahim begitu sayang pada anaknya Nabi Ismail, namun dalam tidurnya nabi Ibrahim bermimpi menyembelih dan mengurbankan Nabi Ismail
Kala itu, Nabi Ismail sudah bisa membantu ayahnya dalam setiap pekerjaan-pekerjaannya. Ia sudah tumbuh menjadi anak yang bisa bertanggung jawab.
Menurut sebagian pendapat, ketika Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi tersebut, Nabi Ismail sedang berumur tujuh tahun, ada juga yang mengatakan berumur tiga belas tahun, sebagaimana yang dijelaskan Syekh Wahbah Zuhaili dalam Kitab Tafsir Al-Munir.
Nabi Ibrahim sangat bingung menyikapi mimpinya. Ia tidak lantas membenarkan, namun tidak pula mengingkari.
Nabi Ibrahim merenunginya beberapa kali dan memohon kepada Allah untuk memberi petunjuk yang benar kepada-Nya.
Setelah malam yang sangat membingungkan itu selesai, ternyata malam kedua juga datang kepadanya mimpi yang sama, begitupun dengan malam ketiga.
Setelah mimpinya yang ketiga, barulah Nabi Ibrahim meyakini dan membenarkan, bahwa mimpi itu benar-benar nyata dan harus dilaksanakan.
Nabi Ibrahim menyampaikan mimpinya pada anak semata wayangnya. Dalam Al-Qur’an Allah mengisahkan cerita itu, yaitu:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى
Artinya, “Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.’” (Surat As-Saffat ayat 102).
Sebagai sosok yang taat pada perintah Allah, Nabi Ibrahim dan nabi Simail melakukan apa yang diperintahkan Allah. Meski dengan hati yang bersedih karena anak kesayangannya harus dikurbankan, disembelih, dan dilakukan Nabi Ibrahim sendiri.
Setelah Nabi Ibrahim dan ismail sepakat, untuk melakukan penyembelihan, Nabi Ibrahim membawa Nabi Ismail ke Mina dan membaringkannya di atas pelipisnya, sambil menangis akhirnya Nabi Ibrahim mengambil pisau untuk menyembelih Nabi Ismail dan diletakkan tepat di leher snag anak.
Namun keajaiban datang dari Allah. Pisau itu ternyata sama sekali tidak melukai Nabi Ismail.
Beberapa kali Nabi Ibrahim mengulanginya, namun tetap sebagaimana semula. Jangankan melukai, bahkan pisau itu tidak memberi bekas apa pun pada anak semata wayangnya itu.
Saat itulah Allah menurunkan firman-Nya, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan itu. Dalam Al-Qur’an disebutkan,
وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ.
Artinya, “Lalu Kami panggil dia, ‘Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.’ Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,” (Surat As-Saffat ayat 104-108).
Dan dari sinilah kenapa hari Raya Idul Adha diperingati dengan momen penyembelihan hewan kurban.
| 10 Tanaman Herbal yang Cocok Penurun Tekanan Darah Usai Menyantap Daging Kurban |
|
|---|
| Bacaan Doa dan Niat Kurban Idul Adha 1447 H/2026 Lengkap Arab, Latin dan Artinya |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 2026, Harga Daging Sapi di Rejang Lebong Naik hingga Rp160 Ribu per Kilogram |
|
|---|
| Tim Kepresidenan Akan Tinjau 11 Ekor Sapi Kurban Bantuan Presiden di Bengkulu |
|
|---|
| Jadwal Lengkap-Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah 1447 H/2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Ucapan-Idul-Adha-2023.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.