Rabu, 27 Mei 2026

Idul Adha 2026

Makna dan Sejarah Idul Adha yang Identik dengan Haji dan Kurban

Sejarah Idul Adha berkaitan erat dengan kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

Tayang:
Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com
IDUL ADHA 2026 - Selamat hari raya Idul Adha 2026. Sejarah Idul Adha berkaitan erat dengan kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Dalam ajaran Islam, Nabi Ibrahim mendapat perintah melalui mimpi untuk menyembelih putranya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah.

Selain dikenal sebagai hari raya kurban, Idul Adha juga sering disebut sebagai Lebaran Haji karena bertepatan dengan pelaksanaan puncak ibadah haji di Tanah Suci.

Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 akan dilaksanakan, pada Rabu 27 Mei 2026 mendatang.

Seperti diketahui, Hari Raya Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 dzulhijjah.

Sejarah Idul Adha berkaitan erat dengan kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Dalam ajaran Islam, Nabi Ibrahim mendapat perintah melalui mimpi untuk menyembelih putranya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Meski berat menjalankan perintah tersebut, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menunjukkan keikhlasan serta kepatuhan. Saat proses penyembelihan hendak dilakukan, Allah SWT kemudian mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai bentuk rahmat dan ujian keimanan yang telah berhasil dilalui.

Peristiwa itu kemudian menjadi dasar pelaksanaan ibadah kurban bagi umat Islam setiap Hari Raya Idul Adha. Hewan kurban seperti sapi, kambing, domba, atau unta disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.

Selain identik dengan kurban, Idul Adha juga disebut Lebaran Haji karena waktunya bersamaan dengan pelaksanaan rangkaian ibadah haji di Makkah, Arab Saudi.

Pada momen tersebut, jutaan umat Islam dari berbagai negara menjalani wukuf di Arafah yang menjadi puncak ibadah haji.

Hingga kini, Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol pengorbanan, keikhlasan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama.

Idul Adha ini juga sering dikaitkan dengan peristiwa nabi Ibarhim dengan putranya Nabi Ismail.

Untuk mengetahui sejarah dari Hari Raya Idul Adha, berikut ulasannya yang dilansir dari laman resmi Kompas.com.

Sejarah Idul Adha ini bermula dari kisah Nabi Ibrahim dan Siti hajar yang merupakan istri kedua Nabi Ibrahim yang belum dikaruniai seorang anak.

Ada satu riwayat yang menyebutkan jika usia Nabi Ibrahim ketika itu berumur 85 tahun.

Baca juga: Bacaan Doa dan Niat Kurban Idul Adha 1447 H/2026 Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Setelah berusaha dan berdoa, akhirnya doa Nabi Ibrahim dan Siti Hajar dikabulkan oleh Allah SWT, Siti Hajar mengandung kemudian melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ismail.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved