Jumat, 24 April 2026

Doa Katolik

Takut Digigit Ular Berbisa? Inilah Doa Novena St. Hilarius, Terbukti Jadi Perisai dan Penolong

St. Hilarius dipercaya jadi pelindung dari gigitan ular dan penolong para petobat. Doa novena kepadanya jadi jalan perlindungan dan iman.

Penulis: kontenkreator | Editor: Ricky Jenihansen
Ist
ILUSTRASI - St. Hilarius dipercaya jadi pelindung dari gigitan ular dan penolong para petobat. Doa novena kepadanya jadi jalan perlindungan dan iman. 

TRIBUNBENGKULU - Takut akan bahaya ular berbisa sering kali menjadi kegelisahan tersendiri, apalagi bagi mereka yang hidup di daerah rawan.

Namun, dalam tradisi Katolik, ada seorang santo yang dipercaya menjadi perisai ampuh melawan ancaman gigitan ular: St. Hilarius. Uskup dan Pujangga Gereja abad ke-4 ini bukan hanya dikenal sebagai pembela iman melawan ajaran sesat Arianisme, tetapi juga dihormati sebagai pelindung dari gigitan ular serta penolong para petobat.

Melalui doa novena kepadanya, umat Katolik percaya dapat memperoleh perlindungan ilahi sekaligus penguatan iman dalam perjalanan hidup sehari-hari.

Siapakah St. Hilarius?

Menurut laman Pray More Novenas, St. Hilarius lahir sekitar tahun 310 di Poitiers, wilayah yang kini termasuk Prancis modern.

Ia berasal dari keluarga pagan yang terpandang, namun sejak muda sudah haus akan kebenaran. Hilarius mempelajari bahasa Yunani dan filsafat, bahkan sempat menganut Neoplatonisme sebelum akhirnya menemukan kebenaran sejati dalam Kitab Suci.

Pencarian itu membawanya pada iman Kristiani. Bersama istri dan putrinya, ia memutuskan untuk bertobat dan menerima baptisan.

Pertobatan ini menjadi titik balik yang mengubah seluruh jalan hidupnya.

Meski semula menolak, Hilarius akhirnya dipilih menjadi Uskup Poitiers.

Pada masa itu, ajaran sesat Arianisme tengah berkembang pesat dan menyesatkan banyak umat.

Hilarius berdiri teguh melawannya, bahkan rela diasingkan ke Frigia karena menolak mengutuk St. Athanasius, seorang pejuang iman dari Timur.

Hingga wafat pada tahun 367, Hilarius dikenang sebagai penulis Latin terkemuka, pembela iman sejati, dan akhirnya diakui resmi sebagai Pujangga Gereja pada tahun 1851.

Hari pestanya dirayakan setiap 13 Januari.


Pelindung dari Gigitan Ular dan Penolong Para Petobat

Gereja Katolik menghormati St. Hilarius bukan hanya sebagai pembela iman melawan Arianisme, tetapi juga sebagai pelindung dari gigitan ular.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved