Sabtu, 11 April 2026

Warga Mukomuko Tewas di Kebun

Breaking News: Warga Ranah Karya Mukomuko Bengkulu Ditemukan Tewas di Perkebunan Sawit

Warga Ranah Karya Mukomuko ditemukan tewas tertimpa pohon di perkebunan sawit, evakuasi terhambat hujan lebat dan jalan berlumpur.

|
TribunBengkulu.com/Panji Destama
EVAKUASI - Tim evakuasi gabungan mengevakuasi Ijon Majoni (42), warga Desa Ranah Karya, Rabu (3/9/2025). Korban ditemukan meninggal saat menebang pohon di perkebunan sawit. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Seorang warga Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, ditemukan tewas tertimpa pohon saat menebang di perkebunan sawit.

Evakuasi korban yang berjarak lebih dari 20 kilometer dari Jalan Lintas Barat Padang-Bengkulu terhambat hujan lebat dan medan berlumpur, sehingga tim gabungan Basarnas, TNI-Polri, dan masyarakat harus bekerja ekstra untuk mengevakuasi jasad Ijon Majoni (42).

Kepala Desa Ranah Karya, Arman Jaya, saat diwawancarai TribunBengkulu.com, menjelaskan korban pergi sendirian ke kebun dan ditemukan tertimpa pohon saat menebang.

“Dapat laporan warga, ada warga kita yang tertimpa pohon di kawasan perkebunan sawit,” ungkap Arman, Rabu (3/9/2025) pukul 18.26 WIB.

Arman menambahkan, korban pamit dari rumah pada Jumat, 29 Agustus 2025, untuk pergi menebang pohon di kebun sawit.

Namun pada Rabu (3/9/2025), korban yang tak ada kabar sempat dicari tetangganya, dan ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi tertimpa pohon.

“Dari tetangganya, korban sudah meninggal dunia, langsung menghubungi warga yang lain,” tutur Arman.

Baca juga: Kejari Mukomuko Bengkulu Pulihkan Rp686,5 Juta dari Kasus Korupsi RSUD dan BUMDes

Arman juga menjelaskan, tim evakuasi gabungan harus menempuh jarak lebih dari 20 kilometer dari pinggir Jalan Lintas Barat Padang-Bengkulu menuju lokasi kejadian.

Perjalanan ke lokasi memakan waktu sekitar dua jam, dengan tim berangkat sekitar pukul 15.02 WIB.

“Sekitar jam 3 sore (15.00 WIB) kami berangkat ke lokasi kejadian, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.00 WIB,” jelas Arman.

Proses evakuasi penuh rintangan, karena tim harus menggunakan mobil double gardan dan motor grandong.

Selain itu, cuaca di lokasi hujan lebat dengan kondisi jalan tanah liat yang licin dan menanjak.

“Proses evakuasi berjalan lancar, cuma cuaca hujan, jalan licin karena tanah liat, dan medan naik turun,” tutup Arman.

Tim evakuasi gabungan ini melibatkan Basarnas Mukomuko, TNI-Polri, dan masyarakat setempat.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved