Rabu, 27 Mei 2026

Berita Nasional

Ternyata Ini Penyebab Gaji ASN dan Guru Kecil, Presiden Prabowo Akhirnya Buka Suara

Akhirnya Presiden Prabowo Subianto buka suara soal penyebab gaji ASN dan guru kecil. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rita Lismini
Kompas.com
PRABOWO SUBIANTO - Foto Prabowo Subianto blak-blakan mengungkap alasan gaji aparatur sipil negara (ASN) dan guru masih kecil, Kamis (21/5/2026). Menurutnya, selama ini anggaran negara kerap tidak cukup karena kekayaan Indonesia banyak mengalir ke luar negeri. 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo menyebut gaji ASN dan guru kecil karena kekayaan negara banyak bocor ke luar negeri.
  • Ia menegaskan Indonesia harus menentukan sendiri harga sawit, nikel, emas, dan komoditas tambang.
  • Prabowo mengaku tak masalah jika negara lain menolak membeli komoditas Indonesia.
  • Data PBB menunjukkan keuntungan ekspor Indonesia sejak 2004 mencapai Rp 7,7 kuadriliun, namun banyak mengalami outflow.
  • Prabowo meminta rakyat tidak kagum pada negara kaya yang merampas kekayaan bangsa lain.

TRIBUNBENGKULU.COM - Akhirnya Presiden Prabowo Subianto buka suara soal penyebab gaji ASN dan guru kecil. 

Mulanya dalam pidatonya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kendali penuh atas kekayaan alam Indonesia tanpa campur tangan negara lain.

Ia menilai sudah saatnya Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat terhadap hasil bumi yang selama ini menjadi andalan ekspor.

Ia mencontohkan komoditas kelapa sawit yang menurutnya tidak semestinya ditentukan oleh pihak luar, mengingat Indonesia merupakan produsen terbesar dunia.

"Kita merasa aneh bahwa kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan oleh negara lain. Saya katakan kepada menteri saya, ini tidak boleh terjadi, saya tidak mau kelapa sawit kita ditentukan bangsa lain," ujar Prabowo.

Selain sawit, pemerintah juga ingin mengambil peran penuh dalam penetapan harga nikel, emas, hingga berbagai hasil tambang lainnya.

Menurut Prabowo, Indonesia harus mampu menjadi penentu utama atas nilai komoditas yang berasal dari tanah air sendiri.

Ia pun menginstruksikan jajaran kabinet untuk segera merumuskan mekanisme penetapan harga komoditas nasional secara mandiri.

"Nikel kita juga ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh, saya instruksikan kabinet saya, rumuskan harga nikel, emas, dan harga semua tambang kita dan semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri," sambungnya.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah yang ingin memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menjaga kedaulatan sumber daya alam Indonesia.

Bagaimana jika negara lain tak mau beli dari Indonesia?

Prabowo mengatakan, jika negara lain tidak mau membeli emas, kelapa sawit, nikel, dan komoditas tambang lainnya dari Indonesia, dirinya tidak masalah.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus menetapkan sendiri harga komoditas tersebut. Selama ini, harga ditetapkan oleh negara lain.

Dia berpandangan, memberikan komoditas kekayaan alam kepada cucu lebih baik daripada memberi harga murah kepada negara lain.

Prabowo pun memohon dukungan dari DPR mengenai rencananya tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved