Jumat, 5 Juni 2026

Gibran Dikritik Pandji

Diroasting Pandji soal ‘Mata Ngantuk’, Respons Berkelas Gibran Jadi Sorotan

Wapres Gibran memilih mengunggah aktivitas kemanusiaan bersama para seniman usai diroasting mata ngantuk oleh Pandji Pragiwaksono.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Instagram/@gibran/@pandji
PANDJI VS GIBRAN - Wapres Gibran Rakabuming Raka menunjukkan sikap berkelas di tengah polemik roasting Pandji Pragiwaksono dengan menyoroti aksi kemanusiaan bersama para seniman untuk korban bencana Sumatra, Selasa (6/1/2026). 

Menurutnya, humor semacam itu semakin sering dijadikan bahan lelucon publik.

Padahal, dampak dari candaan tersebut bisa sangat serius, terutama bagi korban.

"Coba deh berhenti sejenak, bayangkan wajah anak-anak kalian sendiri, orang tua kalian dipakai sebagai bahan candaan publik, masih bisa ketawa enggak? Pantas enggak?" kata Ina Liem seperti dikutip dari Instagram Ina Liem pada Senin (5/1/2025).

Ia menegaskan bahwa humor tetap harus memiliki batas yang jelas.

Bagi Ina, batas tersebut berkaitan langsung dengan nilai moral dan kemanusiaan.

Ia menyebut bahwa menghina fisik seseorang tidak bisa dibenarkan atas nama selera humor.

"Menghina tampang manusia itu bukan masalah selera humor. itu menghina karya tuhan, yang kalian tertawakan itu karya ciptaan tuhan. Bawaan yang tidak bisa diubah," katanya.

Ina Liem juga menyoroti peran besar figur publik dalam membentuk pola pikir masyarakat.

Menurutnya, ucapan public figure sangat mudah dianggap wajar dan ditiru oleh publik.

Dalam konteks ini, ia turut menyinggung pandangan dr Tompi.

"Dr Tompi mungkin bisa (mengubah fisik). Tapi justru beliau sendiri ikut menyampaikan keprihatinan dan menegaskan itu bukan kritik yang cerdas," jelasnya.

Ia pun menegaskan bahwa stand up comedy sebagai karya seni seharusnya tetap menjunjung tanggung jawab moral.

Sejalan dengan Ina Liem, dr Tompi juga menyampaikan pandangan kritisnya. 

Salah satu bit komedi Pandji di Netflix yang menyinggung penampilan fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka jadi persoalan. 

Tompi menilai, menertawakan kondisi mata Gibran yang tampak sayu adalah bentuk ketidaktahuan terhadap kondisi medis serius yang disebut Ptosis.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved