Sabtu, 18 April 2026

Berita Nasional

Asal Partai 10 Kepala Daerah Era Prabowo Kena OTT KPK, dari PAN hingga Gerindra

Inilah asal partai 10 kepala daerah era Presiden Prabowo yang terkena Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK).

Kolase TribunNews
TERSANGKA KORUPSI - Sebanyak 10 kepala daerah di masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Agustus 2025 hingga Maret 2026. Berikut daftarnya beserta asal partai dan rangkuman kasus. 

Ringkasan Berita:
  1. Sepuluh kepala daerah era Presiden Prabowo terjerat OTT KPK sejak Agustus 2025 hingga Maret 2026.
  2. Para kepala daerah tersebut dilantik pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030.
  3. Kepala daerah pertama yang terkena OTT adalah Bupati Kolaka Timur Abdul Azis pada 7–8 Agustus 2025.
  4. OTT terbaru menjerat Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman pada 13 Maret 2026.
  5. Sepuluh kepala daerah tersebut berasal dari berbagai partai politik dan satu di antaranya tidak berpartai.

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Inilah asal partai 10 kepala daerah era Presiden Prabowo yang terkena Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK).

Para kepala daerah ini diketahui dilantik secara serentak pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025-2030.

Kepala daerah pertama di era Prabowo yang terkena OTT KPK adalah Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis pada 7-8 Agustus 2025.

KPK membeberkan dugaan aliran dana yang diterima Abdul Azis terkait proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur.

Commitment fee yang diduga diterima mencapai 8 persen dari total nilai proyek, atau sekitar Rp9 miliar.

Sementara itu, yang terbaru, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terkena OTT KPK pada 13 Maret 2026.

KPK menduga Syamsul memerintahkan pengumpulan uang dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Cilacap untuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta kepentingan pribadi.

Berikut daftar kepala daerah era Presiden Prabowo yang terkena OTT KPK:

  1. Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis (7-8 Agustus 2025)
  2. Gubernur Riau, Abdul Wahid (3 November 2025)
  3. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (7 November 2025)
  4. Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya (9-10 Desember 2025)
  5. Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang (18 Desember 2025)
  6. Wali Kota Madiun, Maidi (19 Januari 2026)
  7. Bupati Pati, Sudewo (19 Januari 2026)
  8. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq (3 Maret 2026)
  9. Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari (9 Maret 2026)
  10. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman (13 Maret 2026)

Asal Partai

Sebanyak 10 kepala daerah yang terkena OTT KPK berasal dari latar belakang partai politik yang beragam.

PDI Perjuangan (PDIP), Golkar, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masing-masing menyumbang dua orang.

Sementara itu, Gerindra, NasDem, dan PAN masing-masing satu orang.

Sedangkan satu orang lainnya tidak terdaftar sebagai kader partai.

Berikut asal partai kepala daerah periode 2025-2030 yang terkena OTT KPK:

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved