Kamis, 21 Mei 2026

Berita Nasional

Imbas Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, KPK Diberi Sindiran Satire dari Aktivis MAKI

KPK diberi sindiran satire dari aktivis MAKI imbas pengalihan status penahanan gus Yaqut

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
TribunBengkulu.com/Tribunnews.com
GUS YAQUT JADI TAHANAN RUMAH - Imbas dari Gus Yaqut jadi tahanan rumah, aktivis MAKI beri sindiran keras ke KPK. 

Ringkasan Berita:
  • KPK diberi sindiran satire dari aktivis MAKI.
 
  • Sindiran satire yang diberikan aktivis MAKI ini imbas dari pengalihan status gus Yaqut jadi tahanan rumah.
 
  • Status tahanan rumah gus Yaqut dicabut dan kini telah kembali jadi tahanan KPK.

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Meski Gus Yaqut kini status tahan rumah-nya sudah dicabut, namun sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus disorot.

Pasalnya banyak pihak yang menilai jika KPK secara sembunyi-sembunyi melakukan pengalihan tahanan rumah kepada mantan Menag itu.

Imbas dari pengalihan status tersebut, aktivis Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) memberikan sindiran satire terhadap KPK.

Lima aktivis Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Selasa (24/3/2026), dan memasang banner satire sebagai “penghargaan” protes.

Meski Gus Yaqut kini telah ditarik kembali ke Rutan KPK, Koordinator MAKI Boyamin Saiman menegaskan bahwa banner bertajuk "Rekor Istimewa" tersebut tetap harus diserahkan sebagai pengingat sejarah.

"Meskipun sudah dikembalikan ke rutan, banner tetap diperlukan karena peristiwa pengalihan itu sudah terjadi. Ini dimaksudkan jadi pengingat KPK untuk tidak mengulangi blunder-blunder yang merusak pemberantasan korupsi di masa datang," tegas Boyamin kepada wartawan.

Boyamin menyoroti bahwa tindakan KPK tersebut adalah preseden buruk dalam sejarah penegakan hukum korupsi di Indonesia.

Ia menyebut langkah KPK sebagai bentuk diskriminasi yang nyata terhadap tahanan lain.

"Sejak berdirinya tahun 2003 sampai hari ini, tidak pernah ada pengalihan penahanan rumah. Kalau toh ada, itu pembantaran karena betul-betul sakit, atau sejak awal tidak ditahan karena memang sakit. Nah, kalau kemudian pernah ditahan dan sehat lalu dialihkan penahanan rumah, ini menimbulkan diskriminasi dan merusak sistem," ujar Boyamin.

Kebijakan "istimewa" ini disebut memicu kemarahan publik dan kecemburuan di kalangan tahanan lain.


"Yang protes bukan masyarakat saja, termasuk warga tahanan di dalam Rutan KPK yang 50 orang itu protes semua. Apalagi dengan cara-cara berbohong bahwa mereka pemeriksaan tambahan, dengan cara sembunyi-sembunyi tidak diumumkan," lanjutnya.

Ia pun meminta KPK untuk tidak main-main dengan perasaan masyarakat.

"Masyarakat terlalu cerdas. Coba cek apa ada medsos yang mendukung tindakan KPK? Enggak ada. Penghargaan ini adalah implementasi kemarahan itu agar mereka tidak main-main lagi," tegasnya.

Alasan KPK Jadikan Gus Yaqut Tahanan Rumah

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved