Jumat, 24 April 2026

Respons Gibran Soal Jusuf Kalla Usulkan Harga BBM Naik Agar Hemat Anggaran: Kasian Masyarakat

Respons  Wakil Presiden Gibran Rakabuming soal Jusuf Kalla mengusulkan agar pemerintah menaikkan harga BBM demi hemat anggaran. 

Editor: Rita Lismini
Kolase Instagram/@jusufkalla / @gibran_rakabuming
GIBRAN VS JUSUF KALLA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menanggapi usulan Jusuf Kalla agar pemerintah menaikkan harga BBM demi menghemat anggaran, namun putera Jokowi itu menegaskan bahwa usulan itu tidaklah sejalan, Kamis (9/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Gibran menghargai usulan Gibran Rakabuming Raka terkait kenaikan BBM dari JK
  • Pemerintah tidak menaikkan BBM demi menjaga keterjangkauan masyarakat
  • Sikap itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo
  • Kenaikan BBM dinilai bisa memicu kenaikan harga kebutuhan lain
  • Jusuf Kalla usulkan pengurangan subsidi BBM untuk kurangi defisit dan utang

TRIBUNBENGKULU.COM - Respons  Wakil Presiden Gibran Rakabuming soal Jusuf Kalla mengusulkan agar pemerintah menaikkan harga BBM demi hemat anggaran. 

Meski tak sejalan dengan mereka, Gibran menegaskan sangat menghargai usulan dari Jusuf Kalla tersebut. 

“Pemerintah menghargai dan memberikan perhatian serius berbagai masukan yang ada, termasuk dari Bapak Jusuf Kalla terkait usulan untuk menaikkan harga BBM,” kata Gibran dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews, Kamis, (9/4/2026).

Namun menurut Gibran, pemerintah memilih untuk tidak menaikan harga BBM agar dapat terjangkau masyarakat.

Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo.

“Namun mohon maaf hal tersebut tidak sejalan dengan arahan bapak Presiden Prabowo yang secara jelas dan tegas telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil,” katanya.

Pemerintah tidak ingin masyarakat kecil semakin terbebani kebutuhan hidup.

Menurut Gibran kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga kebutuhan lainnya.

“Pemerintah bertekad melakukan efisiensi dan refocusing anggaran untuk melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM seperti kenaikan harga bahan pokok, biaya transportasi, dll,” katanya.

Kemudian dalam jangka panjang, Gibran mengatakan pemerintah akan mempercepat transisi energi baru terbarukan.

Sehingga Indonesia tidak bergantung pada energi fosil.

“Selain itu, akselerasi transisi menuju penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan juga terus didorong. Hari ini Bpk Presiden melakukan kunjungan ke Magelang untuk meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik, sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah,” pungkasnya.

Usulan JK

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) meminta pemerintah mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah krisis energi akibat konflik yang tengah terjadi.

"Kita minta bahwa, agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga dan itu dilakukan di banyak negara," kata Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (6/4/2026).

Menurutnya, ketika BBM masih disubsidi pemerintah, makan utang negara makin menumpuk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved