Sabtu, 16 Mei 2026

Viral di Media Sosial

Profesi Ayah Josepha Alexandra Peserta LCC 4 Pilar MPR RI, Punya Jabatan Mentereng 

Profesi ayah Josepha Alexandra atau Ocha, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI asal SMAN 1 Pontianak.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
TribunBengkulu.com/TribunJakarta
JOSEPHA ALEXANDRA - Ayah Josepha Alexandra atau Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral usai polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, kini ikut menjadi sorotan publik. 

Ringkasan Berita:
  • Ayah Josepha Alexandra atau Ocha bernama Andre Kuncoro yang bekerja sebagai Staf Ahli Pertanian Lembaga Gemawan.
  • Andre juga pernah menjadi bagian PNPM Mandiri Pedesaan dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa.
  • Ocha viral usai memprotes keputusan juri LCC 4 Pilar MPR RI yang dianggap keliru.
  • Andre menyebut Ocha merupakan sosok pendiam yang lebih suka belajar dibanding bermain.
  • Meski gemar belajar, Ocha juga aktif membina anak-anak di kawasan Taman Catur Untan.

TRIBUNBENGKULU.COM - Profesi ayah Josepha Alexandra atau Ocha, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI asal SMAN 1 Pontianak, kini ikut menjadi sorotan publik usai polemik lomba tersebut viral di media sosial.

Ayah Ocha diketahui bernama Andre Kuncoro. Ia memiliki pengalaman panjang di bidang pemberdayaan masyarakat hingga pertanian dan saat ini bekerja sebagai Staf Ahli Pertanian di Lembaga Gemawan.

Dilihat dari akun Facebook pribadinya, Andre juga pernah bekerja di sejumlah instansi dan program pemerintah. Di antaranya pernah menjadi bagian dari PNPM Mandiri Pedesaan pada 2007.

Kemudian menjadi Koordinator TPP Kapuas Hulu Program P3MD Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi pada 2021. Andre juga tercatat pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi.

Keberanian Ocha Jadi Sorotan

Sebelumnya, Josepha Alexandra atau Ocha menjadi perhatian publik usai berani memprotes keputusan dewan juri dalam Final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.

Saat itu, Ocha dinyatakan salah oleh juri meski jawaban yang disampaikan disebut sama dengan peserta lain yang justru mendapat poin.

Peristiwa tersebut viral di media sosial hingga memunculkan simpati luas dari masyarakat.

Andre Kuncoro pun ikut memberikan tanggapan terkait keberanian putrinya menyuarakan keadilan di depan publik.

"Publik Indonesia tidak hanya dipertontonkan acara lomba, tapi bagaimana seorang anak kecil dengan gagah berani menyuarakan keadilan dan kebenaran," kata Andre.

Menurutnya, menang maupun kalah dalam perlombaan bukanlah hal utama selama proses kompetisi berjalan sportif.

"Berkah yang luar biasa dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Dalam lomba itu sportivitas harus dijunjung tinggi. Menang atau kalah itu biasa, yang penting prosesnya," katanya.

Andre berharap keberanian Ocha bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak takut menyuarakan kebenaran.

"Kebenaran tetap harus jadi kebenaran, dan keadilan harus tetap dijaga," katanya.

Sosok Ocha di Mata Keluarga

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved