Jumat, 5 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Dandhy Laksono Buka Suara soal Laporan Mama Sinta, Singgung Pihak yang Tiba-tiba Muncul 

Sutradara film dokumenter Pesta Babi, Dandhy Laksono, akhirnya buka suara terkait laporan polisi yang dilayangkan Mama Yasinta atau Sinta.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
TribunBengkulu.com/Instagram @dandhy_laksono
POLEMIK PESTA BABI - Foto Sutradara Dandhy Laksono buka suara terkait pengakuan Mama Yasinta Moiwend yang mengaku dijebak tampil di Film Pesta Babi, Senin (25/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dandhy Laksono buka suara menanggapi laporan polisi yang diajukan Mama Yasinta terkait film dokumenter Pesta Babi.
  • Dandhy menghormati langkah hukum yang diambil Mama Yasinta dan hak publik untuk mengetahui kondisi di Papua.
  • Ia menyinggung pihak-pihak yang menurutnya baru muncul setelah polemik film menjadi sorotan publik.
  • Dandhy meminta masyarakat tidak menyudutkan atau menghakimi Mama Yasinta atas keputusannya.

TRIBUNBENGKULU.COM - Sutradara film dokumenter Pesta Babi, Dandhy Laksono, akhirnya buka suara terkait laporan polisi yang dilayangkan Mama Yasinta atau Sinta atas penayangan film tersebut.

Menanggapi langkah hukum yang ditempuh Mama Sinta, Dandhy menegaskan pihaknya menghormati keputusan yang diambil tokoh perempuan adat Malind tersebut.

"Kami hormati pilihan Mama Yasinta. Sebagaimana kami menghormati hak setiap orang untuk tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di Papua," ujar Dandhy dalam keterangannya kepada Kompas.com, Sabtu (30/5/2026).

Namun di balik pernyataan itu, Dandhy juga menyinggung pihak-pihak yang menurutnya baru muncul setelah polemik film Pesta Babi menjadi perhatian publik.

Menurut Dandhy, ketika masyarakat adat Papua menghadapi persoalan yang lebih besar, termasuk dugaan perampasan tanah ulayat, tidak banyak pihak yang hadir untuk memberikan pendampingan.

"Waktu tanah ulayatnya diambil tanpa izin, mereka tak datang menjemput dan mengantarnya ke Jakarta untuk lapor polisi," tegas Dandhy.

Ia mengatakan selama ini justru banyak pengacara muda dari kalangan masyarakat adat yang mendampingi warga secara sukarela tanpa menerima bayaran.

"Yang datang adalah anak-anak adat yang jadi pengacara pro bono karena solidaritas dan ingin ikut melindungi tanah moyangnya," lanjutnya.

Minta Publik Tak Menghakimi Mama Sinta

Meski tengah menjadi sorotan, Dandhy menegaskan tim kolaborator film Pesta Babi tidak memiliki niat menyudutkan Mama Sinta.

Sebaliknya, ia meminta publik tidak memberikan stigma negatif ataupun menghakimi perempuan adat tersebut atas keputusan yang diambilnya saat ini.

"Kami tim kolaborasi film Pesta Babi menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami masih berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini," ujarnya.

Dandhy menilai sikap saling menghormati perlu dijaga mengingat Mama Sinta selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan adat yang konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat adat di Papua.

Menurutnya, perjuangan yang dilakukan Mama Sinta telah berlangsung jauh sebelum proses produksi film dokumenter Pesta Babi dilakukan.

Berawal dari Laporan Polisi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved