Rabu, 3 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Perbandingan Karier Seskab Teddy Vs Dino Patti Djalal, Saling Kritik Terkait Kunjungan Prabowo

 Dino Patti Djalal dan Seskab Teddy Indra Wijaya sedang menjadi sorotan publik imbas saling kritik terkait kunjungan ke luar negeri Prabowo.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rita Lismini
TribunBengkulu.com/Instagram @tedskygallery
VIRAL DI MEDSOS - Nama Dino Patti Djalal kembali menjadi sorotan setelah disinggung Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait masa jabatannya sebagai Wakil Menteri Luar Negeri yang hanya berlangsung sekitar tiga bulan. 

Ringkasan Berita:
  • Dino Patti Djalal mengkritik tingginya kunjungan luar negeri Presiden Prabowo yang dinilai menyita biaya besar.
  • Ia menyarankan efisiensi diplomasi melalui video call dan pengurangan perjalanan luar negeri.
  • Seskab Teddy Indra Wijaya merespons dengan memaparkan capaian investasi dari diplomasi Prabowo.
  • Teddy juga menyinggung masa jabatan Dino sebagai Wamenlu yang hanya sekitar tiga bulan.
  • Polemik ini viral dan memicu perbandingan karier serta pendidikan keduanya.

TRIBUNBENGKULU.COM -  Dino Patti Djalal sebelumnya menyoroti langkah Prabowo yang tercatat telah melakukan 49 kali kunjungan ke luar negeri sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024 hingga 30 Mei 2026.

Dari total kunjungan tersebut, Prabowo telah mendatangi 28 negara dengan akumulasi waktu berada di luar negeri mencapai sekitar 95 hari selama 587 hari masa pemerintahannya.

Melalui statistik tersebut, Dino menilai frekuensi kunjungan luar negeri Prabowo cukup tinggi karena setara dengan satu dari enam hari masa jabatannya dihabiskan untuk perjalanan ke luar negeri.

Data tersebut disampaikan Dino melalui akun media sosial pribadinya pada Sabtu (30/5/2026).

Menurut Dino, perjalanan dinas seorang kepala negara membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena mencakup berbagai kebutuhan mulai dari tim pendahulu (advance), sewa pesawat, hotel, logistik, konsumsi, pengamanan hingga uang harian delegasi.

"Satu perjalanan ke luar negeri, bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar," ungkap Dino dalam video yang diunggahnya.

Demi efisiensi anggaran negara, Dino kemudian memberikan sejumlah saran kepada Presiden Prabowo agar diplomasi Indonesia tetap berjalan efektif tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi komunikasi seperti video call, Zoom atau telepon untuk sejumlah pertemuan bilateral.

Menurut pengalaman Dino, pertemuan tatap muka antarnegara sering kali lebih banyak diisi agenda seremonial dibanding pembahasan substansi.

"Suatu kunjungan bilateral biasanya hanya berpusat pada pembicaraan inti selama satu atau dua jam. Selebihnya basa-basi, jamuan, dan seremonial yang biasanya tidak perlu," ujarnya.

Karena itu, Dino menilai penggunaan video conference dapat menjadi alternatif yang lebih efisien.

"Dengan satu video call yang bernilai nol rupiah, negara praktis menghemat ratusan miliar," katanya.

Selain itu, Dino juga menyarankan Prabowo lebih sering menerima tamu negara di Indonesia daripada terus melakukan kunjungan ke luar negeri.

Ia mencontohkan Presiden China Xi Jinping yang aktif menerima kunjungan pemimpin dunia di Beijing.

Dino juga mengusulkan agar sebagian tugas diplomasi tingkat menteri dapat didelegasikan kepada Menteri Luar Negeri Sugiono sehingga beban agenda Presiden dapat berkurang.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved