Kamis, 4 Juni 2026

Berita Viral

Blak-blakan Salsa Erwina Minta PDIP Pecat Kadernya Deddy Sitorus: Haramkan Masuk Parpol Lagi

Blak-blakan Salsa Erwina meminta agar PDIP segera mengambil langkah tegas terhadap kadernya yang telah melukai hati rakyat. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
IG Salsa/Tribunnewsbogor.com
SALSA ERWINA - Kolase foto Salsa Erwina (Kiri) yang meminta agar PDIP segera mengambil langkah tegas terhadap kadernya yang telah melukai hati rakyat, Senin (1/9/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Blak-blakan Salsa Erwina meminta agar PDIP segera mengambil langkah tegas terhadap kadernya yang telah melukai hati rakyat. 

Salsa merasa kurang puas jika hanya Ahmad Sahroni yang dinonaktifkan sebagai anggota DPR RI. 

Kini Salsa gusar karena cuma PDIP yang belum mengambil tindakan terhadap kadernya yang juga melukai hari masyarakat.

Sosok kader PDIP yang dimaksud Salsa Erwina adalah Deddy Sitorus.

Ya, beberapa waktu lalu sempat viral ucapan Deddy Sitorus yang menyebut tunjangan rumah Rp50 juta untuk anggota DPR adalah hal wajar.

Tak cuma itu, Deddy pun menyinggung soal gaji DPR yang tak bisa dibanding-bandingkan dengan rakyat.

Namun dalam redaksi kata-katanya, Deddy menyebut rakyat dengan tambahan jelata.

"Anda mencampur adukan masalah, Ketika Anda membandingkan DPR dengan rakyat jelata, katakan tukang becak atau buruh, di situ Anda sesat logika," ucap Deddy Sitorus kepada presenter metro tv news Zilvia Iskandar.

Ucapan Deddy Sitorus itu sontak memicu kemarahan masyarakat di media sosial.

Karenanya kini setelah Sahroni dinonaktifkan oleh partainya, Salsa mendesak agar PDIP melakukan hal serupa.

"PDI Perjuangan, hari ini kita udah melihat beberapa anggota yang pernah berlaku arogan dan menyakiti masyarakat sudah dinonaktifkan oleh partai masing-masing. Tapi sampai saat ini kita masih menunggu bagaimana dengan jawaban kalian terhadap anggota-anggota kalian yang pernah menghina rakyat?" ungkap Salsa Erwina dalam postingannya di Instagram, pada Senin (1/9/2025).

Salsa rupanya sangat kesal dengan ucapan Deddy yang menyebut rakyat sebagai kaum jelata.

"Terutama dan paling utama adalah juara dunia manusia paling arogan sedunia yang tidak mau disamakan dengan rakyat jelata yang ngasih dia makan. Jadi, kapan kalian akan segera mengambil tindakan tegas?" pungkas Salsa.

"Semoga kalian pernah dengar ya slogan save the best for the last. Karena kalian lumayan terlambat dalam memberikan aksi, semoga dalam memberikan aksi, kalian muncul, kualitas yang kalian berikan sebagai respon adalah yang terbaik," sambungnya.

Diungkap Salsa, ia ingin agar PDIP bisa bertindak tegas dibanding partai lainnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved