Sabtu, 11 April 2026

Kalender 2025

Kalender 2025: 5 September Memperingati Hari Apa? Siap-Siap Ada Peringatan Maulid Nabi Muhmmad 

Pada tanggal 5 September 2025, umat Muslim di seluruh dunia akan bersiap memperingati Maulid Nabi Muhammad

|
Penulis: kontenkreator | Editor: Ricky Jenihansen
Freepik
ILUSTRASI - Pada tanggal 5 September 2025, umat Muslim di seluruh dunia akan bersiap memperingati Maulid Nabi Muhammad 

TRIBUBENGKULU.COM - Pada tanggal 5 September 2025, umat Muslim di seluruh dunia akan bersiap memperingati Maulid Nabi Muhammad, atau Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

Meskipun kalender Islam berbasis bulan, tahun ini Maulid Nabi Muhammad jatuh pada 4-5 September 2025, bertepatan dengan bulan Rabi’ al-Awwal, bulan ketiga dalam kalender Hijriah.

Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini memiliki makna penting karena menandai kelahiran pendiri agama Islam sekaligus turunnya ayat pertama Al-Quran. 

Oleh karena itu, banyak negara dengan populasi Muslim signifikan menetapkan Maulid sebagai hari libur resmi. Perlu diketahui, komunitas Syiah merayakan Maulid pada tanggal 17 Rabi’ al-Awwal, sedangkan komunitas Sunni merayakannya pada tanggal 12 Rabi’ al-Awwal.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada tanggal 12 Rabi’ al-Awwal tahun 570 Masehi. 

Beliau diyakini sebagai keturunan Ismael, salah satu putra Nabi Ibrahim. 

Ayah beliau wafat sebelum kelahiran, dan setelah ibunya meninggal ketika Nabi Muhammad berusia enam tahun, beliau dibesarkan oleh pamannya, Abu Talib, serta kakeknya, Abdul-Muttalib.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad biasanya digelar di masjid, dengan kegiatan ceramah agama dan pembacaan ayat Al-Quran. 

Sejarah mencatat, perayaan awal Maulid dimulai pada abad kedelapan, ketika al-Khayzuran mengubah rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad menjadi tempat ibadah. 

Walaupun perayaan publik baru dilakukan empat abad setelah wafatnya Nabi Muhammad, bukti teks menunjukkan teks Maulid tertua berasal dari abad ke-12 dan kemungkinan besar berasal dari Persia.

Hari Maulid dirayakan secara berbeda oleh Muslim Sunni dan Syiah. 

Komunitas Syiah meyakini bahwa Nabi Muhammad memilih Hazrat Ali sebagai penerusnya pada tanggal 12 Rabi’ al-Awwal. 

Sementara itu, Sunni tidak berkabung pada hari tersebut, tetapi tetap melaksanakan doa dan ibadah sepanjang bulan.

Pada tahun 1970-an hingga 1980-an, pembacaan puisi Islami dari Maulid banyak dilakukan di televisi, panggung, dan Istana Bahar di Abu Dhabi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved