Senin, 8 Juni 2026

Berita Viral

Momen Kepsek Roni dan Walikota Prabumulih Dipanggil Kemendagri, Arlan Ketar-Ketir Dapat Sanksi

Momen Kepalas Sekolah Roni Ardiansyah dan Walikota Prabumulih Arlan disorot saat dipanggil Kemendagri.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Yuni Astuti
Tangkapan Layar Youtube Kompas TV
KEPSEK DAN WALKOT PRABUMULIH DIPANGGIL KEMENDAGRI - Kolase foto Walikota Prabumulih (kiri) dan Kepsek Roni (kanan). Momen ketika Kepsek Roni dan Walikota Prabumulih, Arlan dipanggil Kemendagri, Jumat (19/9/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Momen Kepalas Sekolah Roni Ardiansyah dan Walikota Prabumulih Arlan disorot saat dipanggil Kemendagri.

Ekspres keduanya terlihat begitu berbeda, Kepsek Roni terlihat begitu santai dan full senyum, sementara Walikota Prabumulih terlihat lebih serius dan kaku.

Diketahui Kepsek Roni dan Walikota Arlan diminta untuk menghadiri pertemuan dengan Kemendagri usai viralnya pencopotan Kepsek SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah.

Keduanya diminta untuk sama-sama memberikan keterangan usai viral berita pencopotan Kepsek yang beredar.

Berita pencopotan Kepsek Roni ini berawal dari Roni yang menegur anak Walikota Prabumulih yang membawa mobil ke sekolah.

Usai menegur sang anak Walikota Prabumulih, Roni sempat akan dimutasi.

Tak cuma Roni, satpam SMPN 1 Prabumulih bernama Ageng Wintoro juga kabarnya ikut dipecat.

Kabar pemecatan kepsek dan satpam SMPN 1 Prabumulih itu sontak viral di media sosial hingga memancing amarah publik.

Hingga akhirnya pihak Kemendagri mendengar isu tersebut dan langsung memanggil kedua belah pihak.

Setelah dipanggil Kemendagri, Arlan dan Roni mengurai klarifikasi kepada media.

Dalam konferensi pers yang digelar Kemendagri pada Jumat (19/9/2025), Arlan menjelaskan kronologi awalnya ia memutasi Roni.

Arlan mengakui kesalahannya yang sewenang-wenang memindahtugaskan Roni dari jabatan kepala sekolah di SMPN 1 Prabumulih.

Arlan bercerita bahwa emosinya terpancing setelah mendengar cerita sang putri.

Awalnya anak Arlan bernama Aura bercerita bahwa ia sedang latihan marching band di dekat sekolah.

"Pada kejadian itu, itu di bukan jam sekolah, tanggal merah tanggal 5. Anak-anak ini latihan drumband jaraknya 150 meter dari sekolahan ke tempat latihan," ungkap Arlan dalam konferensi pers.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved