Selasa, 9 Juni 2026

Berita Viral

Batal Dicopot Kepsek SMAN 1 Cimarga, Gubernur Banten Tarik Ucapan, Kini Kasus Selesai dan Damai

Akhirnya perseteruan antara siswa SMAn 1 Cimarga berinisial ILP (17) berakhir damai dengan sang Kepala Sekolah, Dini Fitria. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Tribunbanten.com
KASUS SMAN 1 CIMARGA - Foto siswa SMAN 1 Cimarga berinisial ILP (17) berakhir damai dengan sang Kepala Sekolah, Dini Fitria, Rabu 15 Oktober 2025. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Akhirnya perseteruan antara siswa SMAn 1 Cimarga berinisial ILP (17) berakhir damai dengan sang Kepala Sekolah, Dini Fitria. 

Momen mediasi keduanya berlangsung di ruang kerja Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang, pada Rabu (15/10/2025). 

Mereka pun saling meminta maaf dan sepakat untuk berdamai. 

“Ibu, saya minta maaf karena sudah membuat kesalahan yang fatal,” ujar ILPp dengan nada penyesalan, dikutip dari TribunBantencom, Rabu 15 Oktober 2025. 

Menanggapi hal itu, Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, turut memohon maaf kepada siswanya dan berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

“Ibu maafkan, dan ibu juga minta maaf atas perkataan ibu. Semoga di hati Indra lukanya bisa hilang,” kata Dini dengan nada haru.

Ia juga mengingatkan Indra agar meneladani pesan Gubernur Andra Soni tentang pentingnya keikhlasan dan kedewasaan dalam menghadapi masalah.

“Pak Gubernur telah memberikan pengajaran tentang keikhlasan. Mudah-mudahan Indra bisa legowo, dan ibu doakan Indra menjadi pribadi yang sukses,” ujar Dini.

Padahal sebelumnya Gubernur Banten menyebut bakal menonaktifkan Dini Fitria. 

"Akan segera dinonaktifkan," ujar Andra kepada wartawan di Pendopo Gubernur Banten, Serang, Selasa (14/10/2025). 

Keputusan itu bahkan juga didukung oleh Wakil Gibernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah.

Dengan lantang Dimyanti mendukung penuh soal kebijakan Gubernur Banten yang menonaktifkan Kepsek SMAn 1 Cimarga, Dini Fitria. 

Alasan Dini Fitria dipecat lantaran tidak mampu membuat lingkungan sekolahnya kondusif. 

"Kalau dia tidak bisa membuat nyaman, tenteram, damai, membuat kondusif, berarti kepala sekolahnya enggak benar. Saya minta segera nonaktifkan kepala sekolah ini," katanya dikutip dari unggahan IG @fakta.indo, Rabu 15 Oktober 2025. 

Ia juga menekankan, kesalahan murid seberat apapun harus dihadapi dengan kesabaran. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved