Kamis, 4 Juni 2026

Berita Viral

Pengakuan Warga Kaligawe, Banjir Berhari-hari Tapi Wapres Gibran Datang Langsung Surut 'Lucu Saja'

Banjir di Kaligawe, Semarang, tiba-tiba surut saat Wapres Gibran Rakabuming Raka berkunjung. Warga pun heran dengan momen tak terduga itu

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Yuni Astuti
Fristin Intan Sulistyowati/Kompas.com
GIBRAN KUNKER KE SEMARANG - Warga Kaliwage Semarang mengaku aneh padahal wilayahnya banjir berhari-hari namun saat Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunker, banjir langsung surut, Senin (3/11/2025). 

“Masih ada sisa sekira 30 sentimeter, terutama dekat SPBU Kaligawe. Tapi pompa sudah berfungsi dengan baik dan cuaca juga cerah,” ujarnya.

Menurut AKBP Yunaldi, arus lalu lintas perlahan kembali normal.

Kendaraan pribadi maupun roda dua sudah bisa melintas, meski pengemudi diimbau lebih berhati-hati karena permukaan jalan masih licin.

“Untuk mobil sedan sebaiknya jangan lewat dahulu, pengendara harus tetap hati-hati. Kita juga masih menyediakan bengkel gratis untuk masyarakat di sekitar sini, termasuk posko pelayanan,” katanya.

Meski situasi mulai kondusif, AKBP Yunaldi tetap mengingatkan pengendara agar tidak mengulangi kebiasaan berbahaya yang sempat marak saat banjir melanda.

“Saat banjir banyak yang melawan arus. Sekarang jalan sudah normal, jangan diulangi."

"Melawan arus itu berisiko tinggi dan sering jadi penyebab kecelakaan,” tegasnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tertib dan menjaga jarak aman saat melintas. 

“Tetap waspada dan patuhi rambu lalu lintas. Jangan terburu-buru, karena keselamatan lebih penting daripada kecepatan,” pungkasnya.

Sekilas tentang Kaligawe

Secara geografis, Kaligawe berada di dataran rendah yang menjadi jalur utama penghubung antara pusat Kota Semarang dengan kawasan industri di Genuk dan Pelabuhan Tanjung Emas.

Lanskap wilayah ini didominasi oleh jalan raya besar, area permukiman padat, serta lahan industri dan gudang logistik yang berdiri di atas tanah yang relatif rendah dan berdekatan dengan pantai utara Jawa.

Kondisi topografi tersebut membuat Kaligawe sangat rentan terhadap genangan akibat kombinasi antara curah hujan tinggi, luapan sungai Banjir Kanal Timur, dan rob atau naiknya air laut.

Upaya penanganan sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah, seperti pembangunan tanggul laut, peninggian jalan, serta sistem pompa air untuk mengurangi genangan.

Namun, karena penurunan muka tanah (land subsidence) yang terjadi setiap tahun, genangan air masih sulit dihindari dan kerap menghambat aktivitas ekonomi serta transportasi di kawasan tersebut.

Kaligawe dengan lanskapnya yang datar dan berfungsi vital sebagai jalur ekonomi, kini menjadi salah satu titik fokus utama penanganan banjir pesisir di Semarang.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved