Kamis, 4 Juni 2026

Berita Viral

Ahok Bongkar Soal Aturan Pilkada, Podcast Bareng Denny Sumargo Langsung Hilang

Podcast Ahok bersama Denny Sumargo mendadak hilang usai membahas isu politik dan hukum secara frontal.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rita Lismini
Instagram/@Ahok
AHOK - Foto Ahok yang berani blak-blakan soal aturan Pilkada di Indonesia melalui podcast Denny Sumargo, kini malah mendadak hilang, Rabu (7/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Podcast Ahok–Denny Sumargo ditakedown setelah tayang 19 menit dan viral di Thread.
  2. Isi bahasan menyinggung politik dan hukum, termasuk pencalonan kepala daerah.
  3. Ahok kritik regulasi yang dinilai berubah-ubah dan menarget pihak tertentu.
  4. Ahok dan Denny anggap kritik politik sebagai edukasi publik.
  5. Polemik Mens Rea Pandji jadi latar, sementara Gibran merespons dengan aksi kemanusiaan.

TRIBUNBENGKULU.COM - Heboh di aplikasi Thread, poadcast Ahok bareng Denny Sumargo yang membahas soal politik mendadak hilang. 

Padahal poadcast tersebut baru ditayangkan 19 menit di Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo. 

Diduga tayangan podcast Ahok dan Denny Sumargo tersebut di takedown oleh pihak tertentu. 

Diketahui, podcast tersebut membahas soal dinamika politik dan hukum terkait pencalonan kepala daerah. 

Berikut sebagian percakapan Ahok dengan Denny Sumargo sebelum video tersebut mendadak hilang. 

Ahok menceritakan keberaniannya mundur dari jabatan kepala daerah demi maju ke level lebih tinggi, meski aturan dibuat untuk “mencegat”.

"Mereka (pejabat yang lebih tinggi) bikin peraturan waktu itu, Bupati yang mau jadi gubernur harus berhenti supaya gua takut. Maksudnya gitu loh. Heeh. Heeh. Dia kaget gua berhenti beneran," ucap Ahok dikutip Tribunbengkulu.com, Rabu (7/1/2026). 

Ahok menyinggung regulasi dinilai berubah-ubah dan dibuat untuk menarget orang tertentu, bukan berlaku adil untuk semua.

"Jangan main-main suka-suka gitu loh. Lagi mau sikat Ahok lu bikin A. Begitu lu enggak yang lain bikin B,". ungkapnya. 

"Masa gara-gara gua mau maju jadi 10 tahun gua mesti berhenti setengah tahun. Dari mana dasar hukumnya?," tanya Ahok

Ahok merasa bahwa ada ketakutan pihak tertentu jika petahana terpilih lagi.

"Ini udah kayak ketakutan gua itu bisa terpilih lagi tahu enggak? Suruh gua berhenti dengan cara diputusin dong. Gua datang MK diketawain. Eh, MK putusin enggak perlu berhenti lagi tuh bis segala macam. Jadi mereka gua bilang hukum kok cuma buat target orang tertentu gitu," ungkapnya. 

"Jadi ketika lu mau melakukan gua seenak lu, Iya. Iya. Lu akan terima iya iya. Hukum karma itu cepat. Orang tua tu bilang tuh langit itu pendek," lanjutnya. 

Sehingga Denny Sumargo menegaskan bahwa aturan soal pemilihan kepala daerah itu dibuat berdasarkan keyakinan. 

"Jatuhkan keputusan (soal kepala daerah) itu berlandaskan menurut keyakinan bukan ketetapan hukum," ungkap Denny. 

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved