Senin, 1 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Respons Berkelas Ketua BEM UGM Usai Dihina Wakil Kepala BGN: Monyet Tidak Pernah Korupsi 

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menanggapi bijak emoji monyet yang dilempar Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Kompas.com
KRITIK MBG - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto saat menunjukan teror dalam bentuk pesan yang masuk ke handphonenya, Jumat (13/02/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kritik Mahasiswa – Tiyo menyoroti pelaksanaan MBG sebagai kontrol publik.
  • Emoji Monyet – Sony Sonjaya meninggalkan emoji monyet; Tiyo menanggapinya secara reflektif.
  • Sindiran Moral – Tiyo menyebut monyet “tidak korupsi” sebagai kritik terhadap integritas pejabat.
  • Profil Pejabat – Sony Sonjaya adalah Wakil Kepala BGN yang akunnya jadi sorotan publik.
  • Etika Digital – Kasus ini menegaskan batas tipis antara ruang personal dan jabatan publik di media sosial.

TRIBUNBENGKULU.COM – Kritik Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, terhadap penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu polemik di media sosial.

Video kritik tersebut viral dan memantik berbagai respons.

Salah satu yang menyita perhatian datang dari akun Instagram terverifikasi milik Irjen Pol. Sony Sonjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yang menuliskan komentar panjang membela program MBG. Tak lama berselang, akun yang sama juga meninggalkan emoji monyet.

Alih-alih membalas dengan kemarahan, Tiyo merespons melalui pernyataan tertulis bernada reflektif.

Ia menegaskan bahwa yang dipertaruhkan bukan martabat pengkritik, melainkan kedewasaan penguasa dalam menerima perbedaan pandangan.

“Ketika kritik yang lahir karena cinta pada Bangsa dibalas dengan emoji monyet, yang sebenarnya dipertaruhkan bukan martabat pengkritik, tetapi kedewasaan penguasa dalam menerima pikiran yang berbeda tanpa pernah merasa terancam.”

Simbol Monyet dan Sindiran Moral

Tiyo kemudian mengulas makna simbolik dari emoji monyet tersebut dalam refleksi moral yang lebih luas.

“Manusia dan monyet itu sejatinya satu keluarga primata. Yang berbeda, monyet tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai makhluk paling mulia.
Tapi, buktinya justru monyet tidak pernah korupsi, tidak menindas saudaranya, dan tidak menjilat demi dapat pangkat.”

Ia juga mengaitkannya dengan integritas dalam praktik kekuasaan.

“Yang paling penting: monyet tidak menjadi bagian dari mereka yang bermulia-mulia menarasikan pentingnya gizi, tapi diam-diam menjadikan gizi kedok maling.”

“Terima Kasih” yang Sarat Makna

Di bagian akhir pernyataannya, Tiyo justru membalik makna emoji tersebut. Ia menyebutnya lebih terasa sebagai pujian ketimbang hinaan.

“Maka, rasanya emoji monyet dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI itu lebih terasa sebagai pujian ketimbang hinaan. Terima kasih, Irjen Pol. Sony Sanjaya.”

Ungkapan itu mempertegas pilihannya untuk tetap argumentatif, bukan emosional.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved