Selasa, 28 April 2026

Berita Rejang Lebong

Kasus Malaria dan DBD 2026 di Rejang Lebong Turun Drastis Dibanding 2025

Kasus Malaria dan DBD 2026 di Rejang Lebong Masih Rendah, Turun Drastis Dibanding 2025.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
MENURUN - Suasana di poli-poli kesehatan RSUD Rejang Lebong. Kasus DBD dan malaria di Rejang Lebong pada awal tahun 2026 ini menunjukan tren penurunan. 

Ringkasan Berita:
  • Jumlah kasus penyakit menular seperti malaria dan demam berdarah dengue (DBD) masih relatif rendah sejak awal tahun 2026.
  • Jumlahnya menunjukan penurunan yang sangat drastis. Dimana sejauh ini, baik kasus DBD maupun malaria masih terhitung jari. 
  • Hingga saat ini kasus malaria yang tercatat sebanyak 3 kasus.
  • Sementara itu, untuk kasus DBD tercatat sebanyak 6 kasus sejak awal tahun hingga saat ini.

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong mencatat jumlah kasus penyakit menular seperti malaria dan demam berdarah dengue (DBD) masih relatif rendah sejak awal tahun 2026.

Jika dibandingkan data kasus tahun 2025, jumlahnya menunjukan penurunan yang sangat drastis.

Dimana sejauh ini, baik kasus DBD maupun malaria masih terhitung jari. 

Kepala Dinkes Rejang Lebong, drg Asep Budiman melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Titin Julita saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Minggu (26/4/2026) menyampaikan, hingga saat ini kasus malaria yang tercatat sebanyak 3 kasus.

“Untuk malaria ada tiga kasus, dan itu merupakan kasus impor, yaitu warga yang tertular dari daerah lain,”jelas Titin.

Sementara itu, untuk kasus DBD, pihaknya mencatat sebanyak 6 kasus sejak awal tahun hingga saat ini.

“Kalau DBD, baru enam kasus dari awal tahun kemarin sampai sekarang,”ujarnya.

Titin menjelaskan, tren kasus DBD di Rejang Lebong belum dapat dipastikan mengalami penurunan secara konsisten. 

Baca juga: Berita Terpopuler Rejang Lebong 20-26 April 2026: Kenaikan BBM hingga KPK Dalami Kasus OTT Bupati

Hal ini karena potensi kenaikan masih bisa terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun.

“Trennya belum bisa dibilang turun sepenuhnya. Bisa saja nanti di pertengahan sampai akhir tahun mengalami kenaikan atau justru semakin turun,” terangnya.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah kasus DBD saat ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.

Pada empat bulan pertama tahun 2025, jumlah kasus DBD tercatat mencapai sekitar 90 kasus.

Sedangkan pada periode yang sama tahun ini hanya 6 kasus saja.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved