Rabu, 3 Juni 2026

Berita Rejang Lebong

BKSDA Ingatkan Warga Jangan ke Kebun Sendirian, Beruang Madu Kembali Muncul di Dua Desa

BKSDA Ingatkan Warga Jangan ke Kebun Sendirian, Beruang Madu Kembali Muncul di Dua Desa.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Rita Lismini
TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
BERUANG MADU - Foto kemunculan beruang madu di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Curup Selatan pada Senin (1/6/2026). Para petani diminta waspada dan tidak mendekati satwa liar itu. 

Ringkasan Berita:
  • Beruang madu kembali dilaporkan muncul di dua desa di Kabupaten Rejang Lebong, yakni Desa Tanjung Dalam dan Desa Tebat Pulau.
  • Kemunculan satwa liar tersebut terjadi setelah sebelumnya ada serangan beruang terhadap warga di Desa Pal 100.
  • Warga menyebut beruang dewasa terlihat masuk ke area perkebunan saat musim panen kopi berlangsung.
  • BKSDA Bengkulu menyatakan wilayah tersebut berbatasan langsung dengan TNKS yang menjadi habitat alami beruang madu.

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Pasca kasus serangan beruang madu terhadap warga di Desa Pal 100, Kecamatan Bermani Ulu Raya, pada Minggu (31/5/2026), laporan kemunculan satwa liar tersebut kembali diterima di sejumlah wilayah Kabupaten Rejang Lebong.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan TribunBengkulu.com, kemunculan beruang madu tidak hanya terjadi di kawasan Desa Pal 100. Warga juga melaporkan keberadaan satwa dilindungi tersebut di sejumlah perkebunan yang berada di sekitar kawasan hutan yang berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Terbaru, beruang madu dilaporkan muncul di wilayah Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Curup Selatan, serta Desa Tebat Pulau, Kecamatan Bermani Ulu, pada Senin (1/6/2026).

Kemunculan satwa liar itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani. Kondisi tersebut terjadi di tengah musim panen kopi, ketika banyak warga memilih menginap di kebun untuk menjaga hasil panen mereka dari potensi pencurian.

Sejumlah warga menyebut beruang madu berukuran dewasa terlihat memasuki area perkebunan dan berada di sekitar tanaman milik masyarakat. Satwa tersebut diduga mencari sumber makanan yang tersedia di kawasan kebun.

"Iya betul pak, tadi ada yang melihat beruang lagi cari makan di Tanjung Dalam, jadi takut kami pak, apalagi kemarin sampai ada yang diterkam,"ungkap warga Tanjung Dalam, Surip. 

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, menjelaskan bahwa desa-desa yang melaporkan kemunculan beruang madu merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan TNKS.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan habitat alami berbagai jenis satwa liar, termasuk beruang madu, sehingga kemunculan satwa di area perkebunan masyarakat masih berpotensi terjadi.

"Wilayah yang melaporkan kemunculan beruang memang berbatasan langsung dengan kawasan TNKS yang menjadi habitat satwa liar,"jelas Said.

Ia menjelaskan, di sekitar perkebunan warga terdapat berbagai tanaman yang menjadi sumber pakan satwa liar, seperti nangka, jeruk, dan pepaya. Kondisi tersebut membuat beruang madu sesekali keluar dari kawasan hutan untuk mencari makanan.

"Biasanya mereka turun itu untuk cari makan, karena banyak makanan di kawasan-kawasan itu,"lanjutnya. 

Warga Diimbau Tidak Pergi ke Kebun Sendirian

Menyikapi meningkatnya laporan kemunculan beruang madu, BKSDA Bengkulu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun, khususnya yang berada di sekitar kawasan hutan.

Said meminta warga tidak pergi ke kebun seorang diri. Masyarakat disarankan beraktivitas secara berkelompok guna mengurangi risiko apabila bertemu dengan satwa liar.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved