Berita Rejang Lebpng
Distan Rejang Lebong Buka Suara Ungkap Alasan Sawah Baru di Tanjung Gelang yang Masih Terbengkalai
Ditumbuhi Rumput Liar, Distan Jelaskan Penyebab Sawah Baru di Tanjung Gelang Rejang Lebong Belum Berfungsi.
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Ditumbuhi rumput liar, Distan jelaskan penyebab Sawah Baru di Tanjung Gelang Rejang Lebong belum berfungsi
- Lahan yang telah dicetak seluas 587 hektare itu belum bisa digunakan untuk kegiatan pertanian karena belum tersedia sumber air yang dapat mengaliri kawasan sawah baru tersebut.
- Setelah jaringan pipa selesai dan air berhasil masuk ke kawasan sawah, maka proses pengolahan lahan dapat segera dilakukan.
- Penanaman padi direncanakan dilakukan secara serentak oleh para petani di lokasi itu.
Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Program cetak sawah baru yang dilaksanakan pemerintah di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Namun, lahan yang telah dicetak seluas 587 hektare itu belum bisa digunakan untuk kegiatan pertanian karena belum tersedia sumber air yang dapat mengaliri kawasan sawah baru tersebut.
Akibatnya, lahan yang sebelumnya dipersiapkan sebagai areal produksi pangan kini justru terbengkalai dan ditumbuhi rerumputan liar.
Sampai saat ini, pemerintah terus melakukan upaya agar program cetak sawah itu bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Suradi Rifai tak membantah bahwa hingga saat ini lahan tersebut belum bisa difungsikan untuk pertanian. Ini karena infrastruktur pengairan untuk mendukung lahan sawah baru tersebut masih dalam tahap pembangunan.
Menurutnya, pekerjaan yang sedang berlangsung berupa pemasangan jaringan pipa atau pipanisasi untuk mengalirkan air menuju areal persawahan.
"Sekarang masih dalam proses pipanisasi atau pemasangan pipa. Ini dilakukan agar air bisa mengaliri lahan persawahan yang sudah dicetak,"ungkap Suradi saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Setahun Tanpa Titik Terang, Pelaku Pembunuhan Resma Reta di Rejang Lebong Masih Misterius
Berdasarkan informasi yang diterimanya, kendala utama yang menyebabkan sawah belum dapat difungsikan adalah persoalan distribusi air.
Sumber air yang tersedia sebelumnya tidak dapat mengalir secara optimal menuju kawasan persawahan sehingga diperlukan pembangunan sistem pengairan baru.
"Informasi yang kami dapat, sebelumnya terkendala karena airnya tidak bisa naik. Oleh karena itu saat ini sedang dilakukan pemasangan pipa baru di bagian kepala atau mata air,"jelasnya.
Air Dialirkan dari Kawasan Hutan
Suradi menjelaskan, sumber air untuk mengairi lahan sawah baru tersebut berasal dari sungai yang berada di kawasan hutan.
Air kemudian dialirkan melalui jaringan pipa sepanjang kurang lebih tiga kilometer menuju dam atau kolam penampungan sebelum didistribusikan ke areal persawahan.
Menurutnya, pembangunan sarana pengairan tersebut bukan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, melainkan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kondisi-dam-penampungan-air.jpg)