Berita Rejang Lebong
Truk Batu Bara Terguling di Jalur Rawan Laka Simpang Macang–Simpang Merigi Rejang Lebong Bengkulu
Truk batu bara terguling di jalur rawan Simpang Macang–Simpang Merigi, Rejang Lebong. Polisi imbau sopir ekstra hati-hati.
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Jalur Simpang Macang, Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang menuju Simpang Merigi, Kabupaten Kepahiang, kembali terjadi kecelakaan tunggal.
Kawasan ini memang dikenal rawan kecelakaan tunggal, terutama bagi kendaraan bertonase berat.
Terbaru, sebuah truk bermuatan batu bara dengan nomor polisi B 9722 KIU terguling pada Senin (8/9/2025) pagi.
Truk tersebut terbalik di badan jalan hingga menutup setengah ruas jalan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski kendaraan mengalami kerusakan dan muatan berserakan.
Kasat Lantas Polres Rejang Lebong, AKP Wiyanto, SH, membenarkan bahwa jalur tersebut kerap menjadi lokasi kecelakaan tunggal.
Menurutnya, selain faktor medan jalan yang menanjak dan menurun, kelalaian pengemudi serta kondisi kendaraan juga menjadi penyebab utama.
“Banyak kasus truk terguling di jalur itu karena gagal menanjak atau menurun. Kami imbau sopir tidak melebihi batas muatan, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, dan lebih berhati-hati saat melintas,” tegas AKP Wiyanto.
Baca juga: Anjing Rabies Meresahkan Warga, 39 Ribu Hewan Penular Berkeliaran di Rejang Lebong Bengkulu
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menambah rambu-rambu peringatan di titik rawan.
Upaya ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan tunggal yang kerap terjadi, khususnya pada kendaraan bertonase berat.
“Dengan adanya tanda peringatan, pengendara bisa lebih siap sebelum memasuki kawasan rawan,” lanjutnya.
Sementara itu, warga sekitar bernama Johan menyebutkan bahwa hampir setiap bulan selalu terjadi kecelakaan tunggal di jalur tersebut.
Jalur Simpang Macang–Simpang Merigi memang dikenal masyarakat sebagai salah satu titik paling rawan kecelakaan di Rejang Lebong.
“Sering sekali pak, paling banyak karena gagal menanjak. Semoga ada solusinya pak,” ucap Johan.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini
| BKSDA Sebut Tak Ada Jejak Baru Beruang Madu di Desa Pal 100 Rejang Lebong |
|
|---|
| 12 Jamaah Haji Rejang Lebong Pulang Bertahap, Ikuti Jadwal Kloter |
|
|---|
| Dapur MBG di Rejang Lebong Tak Terdampak Kendala Anggaran, Operasional Berjalan Normal |
|
|---|
| Harga Kopi Rejang Lebong Turun Lagi, Terendah Rp49 Ribu per Kilogram |
|
|---|
| Hingga Juni 2026, ADD dan DD Tahap I di Rejang Lebong Belum Juga Cair |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Laka-tunggal-9-september-2025.jpg)