Selasa, 19 Mei 2026

Longsor di Rejang Lebong

Hati-hati Sisa Longsor di Jalan Lintas Curup–Lebong, Kades Minta Bantuan Pembersihan

Pengendara yang melintas di Jalan Lintas Curup–Lebong diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya longsor, pada Minggu (21/12/2025).

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
M Rizki Wahyudi/TribunBengkulu.com
SISA LONGSOR - Kondisi jalan lintas Curup-Lebong tepatnya di Desa Tabarenah Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, pada Selasa (23/12/2025). Akses jalan lintas ini terganggu karena ada material tanah longsor yang sampai ke badan jalan. 

Ringkasan Berita:
  • Waspada sisa material longsor di jalan lintas Curup–Lebong
  • Longsor disebabkan oleh cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari terakhir
  • Material longsor berupa tanah bercampur lumpur dilaporkan menutupi sebagian badan jalan

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Pengendara yang melintas di Jalan Lintas Curup–Lebong diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya longsor di Desa Tabarenah, Curup Utara, Rejang Lebong, Bengkulu

Longsor disebabkan oleh cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. 

Material longsor berupa tanah bercampur lumpur dilaporkan menutupi sebagian badan jalan sejak Minggu (21/12/2025) lalu.

Kondisi ini membuat permukaan jalan menjadi licin dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Kepala Desa Tabarenah Yus Hendri, mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada instansi terkait. Namun hingga kini, material longsor masih belum dibersihkan secara menyeluruh.

Di mana akibat cuaca buruk yang terus terjadi, material longsor terus bertambah karena adanya tanah-tanah yang kembali turun. 

“Sudah kita laporkan. Longsoran itu berupa tanah lumpur dan menutupi sebagian badan jalan,” ungkap Hendri kepada TribunBengkulu.com pada Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan, sejak longsor terjadi, warga setempat telah melakukan upaya penanganan sementara secara swadaya.

Tujuannya untuk mengurangi dampak terhadap arus lalu lintas. Meski demikian, kondisi jalan masih dinilai rawan.

“Kami sudah swadaya masyarakat sejak hari pertama longsornya. Tapi ini perlu penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Yus Hendri juga mengingatkan pengendara agar ekstra hati-hati saat melintas, terutama pada malam hari. Selain jalan yang licin akibat lumpur, lokasi longsor juga minim pencahayaan.

“Kami sudah memasang rambu-rambu di sekitar lokasi longsor. Tapi kalau malam hari tetap kami khawatirkan karena pencahayaan di lokasi minim,” kata Hendri.

Untuk itu, Pemdes Tabarenah berharap pihak terkait dapat segera turun tangan membersihkan material longsor agar kondisi jalan kembali aman dan normal dilalui kendaraan.

Mengingat jalan ini merupakan jalan lintas yang kerap dilalui oleh banyak kendaraan. 

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved