Jumat, 15 Mei 2026

Berita Viral

Bantah Aurelie Moeremans, Roby Tremonti: Nikah Paksa Sulit Terjadi dalam Sistem Gereja Katolik

Roby Tremonti membantah pengakuan Aurelie Moeremans terkait tudingan nikah paksa dalam pernikahan mereka pada 2011 silam.

Tayang:
Warta Kota
KABAR ARTIS - Roby Tremonti menunjukkan bukti pernikahan dengan Aurelie Moeremans ketika ditemui di kediamannya di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Roby Tremonti membantah pengakuan Aurelie Moeremans terkait tudingan nikah paksa dalam pernikahan mereka pada 2011 silam.

Ia menegaskan bahwa sistem pernikahan Gereja Katolik memiliki mekanisme pengawasan ketat, sehingga pernikahan di bawah paksaan sangat sulit terjadi karena harus melalui serangkaian proses, termasuk Penyelidikan Kanonik terhadap kedua mempelai.

Seperti diketahui, Publik kembali dihebohkan dengan pengakuan Aurelie Moeremans dalam bukunya, Broken Strings, yang mengupas luka lama terkait pernikahan pertamanya.

Namun, keheningan panjang Roby Tremonti akhirnya pecah. Pria yang menikahi Aurelie pada 2011 silam ini muncul dengan serangkaian bantahan menohok terkait tudingan nikah paksa, KDRT, hingga kejanggalan proses pembatalan pernikahan di Gereja Katolik.

Dalam pertemuan di kediamannya di kawasan Cibinong, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026), Roby membedah satu per satu klaim yang menyudutkan namanya, terutama soal isu nikah paksa.

Menepis Isu Nikah Paksa: "Ada Penyelidikan Kanonik"

Roby menegaskan bahwa narasi "nikah paksa" sangat sulit terjadi dalam sistem Gereja Katolik yang memiliki pengawasan ketat terhadap calon mempelai.

"Teman-teman yang mengerti pernikahan Katolik pasti tahu, itu tidak mudah. Tidak bisa hari ini daftar, besok nikah. Ada proses panjang, salah satunya Penyelidikan Kanonik," tegas Roby.

Ia menjelaskan bahwa setiap pasangan harus melewati wawancara empat mata dengan Romo. Jika ada unsur tekanan, pernikahan tersebut dipastikan tidak akan pernah terjadi.

"Mempelai wanita ditanya sendiri, ditanyakan, 'Apa dasar kamu mau menikah? Ada paksaan tidak?'. Kalau Romo menemukan sedikit saja kejanggalan atau keraguan, pernikahan itu tidak akan disahkan. Faktanya, kami menikah. Artinya, saat itu Aurelie menjawab tidak ada paksaan," ungkapnya.

Rahasia di Balik Surat Pembatalan (Annulment)

Sorotan tajam tertuju pada status annulment atau pembatalan pernikahan yang diklaim telah dikantongi Aurelie.

Roby mengaku heran karena sebagai pihak suami, ia merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses hukum gereja tersebut.

"Surat resmi dari gereja bahwa ada pembatalan pernikahan, saya tidak pernah pegang itu. Saya tidak pernah merasa dapat undangan dari gereja terkait untuk pembatalan. Itu tidak ada," akunya.

Pengakuan Mengejutkan: Diminta Mengaku KDRT

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved