Jumat, 22 Mei 2026

Berita Seluma

BPK RI Lakukan Evaluasi Dua Dapur SPPG di Seluma, Semua Sistem Diperiksa

SPPG di Kelurahan Masmambang dan Lubuk Sahung Seluma Dievaluasi BPK Perwakilan RI Bengkulu

Tayang:
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Rita Lismini
Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com/Yayan Hartono
SPPG - BPK Korwil SPPG Seluma, Reno Finarta dikonfirmasi Kamis siang (21/5/2026) menyampaikan ada dua SPPG di Seluma di audit oleh BPK RI Perwakilan Bengkulu. 
Ringkasan Berita:
  • Dua dapur SPPG di Seluma, yakni di Desa Masmambang dan Lubuk Sahung, sedang menjalani evaluasi oleh BPK RI.
  • Pemeriksaan mencakup administrasi, pengelolaan anggaran, hingga sistem pelaporan operasional yayasan.
  • Korwil SPPG Seluma membenarkan evaluasi tersebut sebagai bagian dari pengawasan rutin program gizi.
  • BPK RI menegaskan pemeriksaan tidak terkait masalah khusus, melainkan untuk memastikan tata kelola berjalan sesuai aturan.

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Seluma masing-masing di Desa Masmambang Kecamatan Talo dan di Desa Lubuk Sahung Kecamatan Sukaraja, saat ini tengah menjalani evaluasi langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Pemeriksaan dilakukan menyeluruh mulai dari administrasi, pengelolaan anggaran hingga sistem pelaporan operasional yayasan pengelola SPPG.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Seluma, Reno Finarta, membenarkan adanya audit tersebut. Menurutnya, evaluasi masih berlangsung dan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan rutin terhadap program pemenuhan gizi di daerah.

“Iya, saat ini dua SPPG di Seluma tengah dilakukan audit dan evaluasi oleh BPK RI,” ujar Reno dikonfirmasi Kamis siang (21/5/2026). 

Reno menjelaskan, audit tidak hanya menyasar laporan keuangan, namun juga menyentuh manajemen operasional yayasan, penggunaan anggaran hingga mekanisme pertanggungjawaban program.

Saat ini proses evaluasi masih berlangsung di kantor BPK RI Perwakilan Bengkulu.

Meski demikian, Reno menegaskan audit tersebut bukan dipicu adanya persoalan ataupun temuan khusus pada dua SPPG tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tata kelola program berjalan sesuai ketentuan dan transparan.

“Ini evaluasi rutin. Tidak ada kaitannya dengan persoalan tertentu di SPPG. Semua memang harus tertib administrasi dan pengelolaan keuangan,” sampainya.

Sementara itu, program SPPG di Kabupaten Seluma terus berkembang. Hingga kini tercatat sudah ada 10 SPPG yang beroperasi.

Dalam satu hingga dua minggu ke depan, dua dapur tambahan di Desa Tawang Rejo dan Kelurahan Babatan juga segera mulai beroperasi.

“Jika dua dapur tambahan mulai berjalan, maka total akan ada 12 SPPG aktif di Seluma untuk mendukung program pemerintah pusat,” tutupnya.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved