Rabu, 6 Mei 2026

Berita Seluma

Warga Dermayu Seluma Bengkulu Protes Galian Pipa SPAM Kobema Rusak Bahu Jalan dan Membahayakan

Warga Dermayu Seluma protes galian pipa SPAM Kobema. Bahu jalan rusak, becek, dan membahayakan pengguna jalan.

Tayang:
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Ricky Jenihansen
Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com
GALIAN PIPA – Bekas galian pipa SPAM Kobema di bahu jalan nasional Kelurahan Dermayu diprotes warga karena becek dan turun saat dilintasi mobil, Selasa (2/9/2025). 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Warga Kelurahan Dermayu, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, memprotes penggalian pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kobema yang saat ini tengah dilaksanakan.

Salah seorang warga, Handoko, mengatakan akibat penggalian pipa SPAM Kobema, bahu jalan menjadi rusak dan becek.

Selain itu, bekas galian turun saat hujan sehingga membahayakan masyarakat di sepanjang jalur tersebut.

"Kesal kami bang, bahu jalan jadi becek dan bekas galian itu turun kalau hujan dan dipijak mobil. Jadi sangat membahayakan kalau seperti ini," keluh Handoko saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa pagi (2/9/2025).

Menurut Handoko, sebelum dilakukan penggalian, bahu jalan nasional itu dipenuhi koral.

Namun setelah digali untuk pemasangan pipa SPAM Kobema, koral di bahu jalan habis dan berganti tanah di sepanjang galian.

"Kami mau masuk rumah ini kotor semua bang. Apalagi musim hujan ini, harus pelan-pelan kami melewati bekas galian itu. Kalau tidak bisa jatuh juga bang," kata Handoko.

Baca juga: Bupati Seluma Bengkulu Sesalkan Data Transmigrasi Tak Terinput, Daerah Kehilangan Program Kota Baru

Handoko menambahkan, untuk saat ini belum ada masyarakat yang menyampaikan keluhan secara langsung kepada kontraktor.

Namun jika penggalian selesai dan tidak ada tindakan perbaikan, protes akan disampaikan masyarakat.

"Kami masyarakat Dermayu ini tidak menolak ataupun tidak mendukung proyek ini. Tapi tolong juga perhatikan keselamatan dan kenyamanan kami ini," ucap Handoko.

Ia berharap pihak kontraktor memperbarui bahu jalan yang telah digali.

Kondisinya dikembalikan seperti semula, berkoral dan padat, agar tidak membahayakan masyarakat maupun pengguna jalan.

"Kami harap bekas galian ini dikeraskan lagi, diberi koral seperti sebelumnya. Agar kami masyarakat aman, juga pengguna jalan nasional ini," sampai Handoko.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved