Selasa, 5 Mei 2026

Berita Seluma

Pembangunan Jembatan Dimulai, Kades Simpang Minta Maaf ke Bupati Seluma

Kades Simpang Sampaikan Permohonan Maaf ke Bupati Seluma, Akui Kritik di Medsos Sempat Picu Kegaduhan

Tayang:
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com
MINTA MAAF: Kepala Desa Simpang, Rizon Efendi saat menyampaikan sambutan titik nol pembangunan jembatan gantung Senin siang (4/5/2026). Dalam sambutannya, Kades Simpang menyampaikan permohonan maaf, banyak terjadi kegaduhan akibat jembatan gantung yang akan dimulai pembangunanya ini 

Ringkasan Berita:
  • Permohonan maaf tersebut disampaikan menyusul dimulainya pembangunan jembatan gantung di Desa Simpang yang selama ini menjadi tuntutan masyarakat.
  • Kritik yang disampaikan sebelumnya kerap bernada keras hingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan Pemkab Seluma. 
  • Kritik tersebut dilatarbelakangi kondisi jembatan yang tak kunjung dibangun, sehingga berdampak pada aktivitas masyarakat Desa Simpang.

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA- Kepala Desa Simpang, Kecamatan Seluma Utara, Rizon Efendi menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Seluma, khususnya kepada Bupati Seluma Teddy Rahman, terkait kritik yang selama ini disampaikannya di media sosial.

Permohonan maaf tersebut disampaikan menyusul dimulainya pembangunan jembatan gantung di Desa Simpang yang selama ini menjadi tuntutan masyarakat.

Rizon mengakui, kritik yang disampaikan sebelumnya kerap bernada keras hingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan Pemkab Seluma. 

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkab Seluma, khususnya kepada Bupati Seluma, jika selama ini kritik yang di sampaikan masyarakat menimbulkan kegaduhan,” ujar Rizon Efendi, saat sambutan titik nol pembangunan jembatan gantung Desa Simpang, Senin siang (4/5/2026). 

Dikatakan Rizon, kritik tersebut dilatarbelakangi kondisi jembatan yang tak kunjung dibangun, sehingga berdampak pada aktivitas masyarakat Desa Simpang.

Namun, dengan telah dimulainya pembangunan jembatan gantung tersebut, apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Seluma yang dinilainya telah memperjuangkan pembangunan hingga terealisasi melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Baca juga: Sempat Viral Rusak Parah, Bupati Seluma Resmikan Titik Nol Jembatan Gantung Desa Simpang

“Dengan dibangunnya jembatan ini, kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kerja keras Bupati Seluma yang terus memperjuangkan hingga jembatan ini dibangun,” kata Rizon.

Menanggapi ini, Bupati Seluma Teddy Rahman menegaskan bahwa kritik dari masyarakat merupakan hal yang penting dalam proses pembangunan daerah.

Namun demikian, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan bersifat membangun dan tidak disertai hujatan maupun makian.

Beginilah kondisi jembatan Desa Simpang Kecamatan Seluma Utara saat ini, makin parah dan sudah tidak dapat dilalui lagi
Beginilah kondisi jembatan Desa Simpang Kecamatan Seluma Utara saat ini, makin parah dan sudah tidak dapat dilalui lagi (Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com)

“Kritik itu sangat diperlukan untuk menentukan arah kebijakan. Tapi kritik yang disampaikan harus membangun, bukan hujatan atau makian,” tegas Teddy Rahman.

Teddy juga menekankan bahwa kritik sebaiknya disampaikan sesuai dengan kapasitas dan keahlian, sehingga dapat memberikan solusi, bukan justru memperkeruh suasana.

“Kalau mengkritik bukan di bidangnya, itu justru bisa membuat gaduh, bukan solusi yang didapat,” ujarnya.

Bupati menambahkan, dengan dimulainya pembangunan jembatan gantung Desa Simpang, menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Seluma tidak tinggal diam, melainkan terus berupaya memperjuangkan program pembangunan ke pemerintah pusat.

“Pembangunan jembatan Desa Simpang ini bukti bahwa pemerintah daerah tidak diam, tapi terus berusaha agar pembangunan terus berjalan,” kata Teddy. 

Kondisi keuangan daerah saat ini tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembangunan sambung Teddy. Sehingga dirinya berusaha merubah pola dan memperbaiki administrasi.

"Saya tidak mau memaksakan pembangunan, kalau akhirnya menjadi masalah. Biarlah perlahan, namun pasti. Daripada terus titik nol, tapi menimbulkan masalah dikemudian hari," sampai Teddy Rahman. 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved