Senin, 15 Juni 2026

Pembunuhan di Seluma

Satpol PP Tutup Warem di Desa Tebat Sibun Seluma yang Tewaskan Pelajar

Satpol PP Tutup Warem Tebat Sibun Seluma, Hendarsyah: Sudah Kita Kirim Surat Peringatan Terakhir

Tayang:
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Yayan Hartono/TribunBengkulu.com
TUTUP WAREM: Plt. Kasatpol PP dan Damkar Seluma, Hendarsyah dikonfirmasi Senin 16 Maret 2026 menyampaikan bahwa dirinya telah bersurat ke pemilik Warem Desa Tebat Sibun untuk menutup aktivitas dan membongkar bangunan yang dijadikan Warem 
Ringkasan Berita:
  • Insiden keributan yang berujung pembunuhan seorang pelajar, Rido Saputra (17) meninggal dunia Minggu dinihari (15/3/2026). 
  • Satpol PP dan Damkar Seluma menutup aktivitas warung remang-remang (warem) yang berada di Desa Tebat Sibun, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.
  • Satpol PP Seluma juga meminta pemilik untuk membongkar sendiri bangunan yang selama ini digunakan sebagai warung remang-remang.

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Seluma menutup aktivitas warung remang-remang (warem) yang berada di Desa Tebat Sibun, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.

Penutupan tersebut dilakukan menyusul insiden keributan yang berujung pembunuhan seorang pelajar, Rido Saputra (17) meninggal dunia Minggu dini hari (15/3/2026). 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Seluma, Hendarsyah mengatakan penutupan warem tersebut merupakan langkah tegas pemerintah daerah setelah sebelumnya pihaknya telah beberapa kali memberikan peringatan kepada pemilik Warem. 

“Sebelum kejadian ini sebenarnya kita sudah mengirimkan surat peringatan kepada pemilik Warem agar menghentikan aktivitasnya. Namun peringatan itu tidak diindahkan,” jelas Hendarsyah saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).

Setelah terjadinya insiden yang menelan korban jiwa ini, pihaknya kembali mengirimkan surat peringatan namun ini untuk yang terakhir kepada pemilik warem agar segera menghentikan seluruh aktivitas usaha di lokasi tersebut.

Tidak hanya itu, Satpol PP Seluma juga meminta pemilik untuk membongkar sendiri bangunan yang selama ini digunakan sebagai warung remang-remang.

“Kita sudah kirimkan surat peringatan terakhir. Bukan hanya menghentikan aktivitas, tetapi pemilik juga diminta membongkar sendiri bangunan yang dijadikan warem,” tegas Hendarsyah. 

Baca juga: Warem di Desa Tebat Sibun Seluma Bikin Resah Warga, Pelajar Tewas Bersimbah Darah saat Pesta Miras

Pihaknya memberikan waktu kepada pemilik usaha untuk melakukan pembongkaran secara mandiri hingga setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apabila hingga batas waktu yang diberikan bangunan tersebut tidak juga dibongkar, Satpol PP akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pembongkaran secara paksa.

“Jika setelah Lebaran bangunan itu tidak juga dibongkar, maka kita akan berkoordinasi dengan Polres Seluma untuk melakukan pembongkaran paksa,” kata Hendarsyah. 

Insiden pembunuhan terjadi di warung remang-remang yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit Desa Tebat Sibun, Kecamatan Talo Kecil, pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

Korban diketahui bernama Rido Saputra (17), seorang pelajar yang merupakan warga Desa Taba, Kecamatan Talo Kecil.

Korban meninggal dunia setelah mengalami luka tusukan senjata tajam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami dua luka tusuk di bagian dada serta satu luka tusuk di bagian rusuk sebelah kanan.

Setelah kejadian tersebut, korban sempat dilarikan oleh keluarga ke Puskesmas Masmambang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat luka yang dideritanya.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polres Seluma bergerak cepat mengungkap kasus tersebut.

Pelaku penusukan berinisial BS (17), yang merupakan warga Desa Pering Baru, Kecamatan Semidang Alas Maras, berhasil diamankan oleh tim Opsnal Satreskrim Polres Seluma hanya berselang enam jam setelah peristiwa pembunuhan terjadi.

Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara pemerintah daerah mengambil langkah penertiban terhadap lokasi usaha yang menjadi tempat terjadinya insiden tersebut.

Pelaku Dibekuk

Tidak butuh waktu lama bagi Satuan reserse kriminal (Reskrim) Polres Seluma untuk mengungkap pelaku pembunuhan pelajar di warung remang-remang Desa Tebat Sibun Kecamatan Talo, Minggu dinihari (15/3/2026). 

Kurang dari waktu 6 jam, atau Minggu pagi sekira pukul 07.00WIB pelaku berinisial BS (17) warga Desa Pering Baru Kecamatan Semidang Alas Maras berhasil dibekuk tanpa perlawanan berarti.

Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan melalui Kasatreskrim AKP Panji Nugraha di dampingi KBO Iptu Mirwan mengatakan pelaku dibekuk dirumah orang tuanya tanpa perlawanan. 

MENINGGAL DUNIA: Pelajar SMA meninggal dunia di warung remang-remang di Desa Tebat Sibuk, Minggu dinihari 15 Maret 2026. Foto Polres Seluma dan Polsek Talo saat melakukan olah TKP Minggu pagi 15 Maret 2026
MENINGGAL DUNIA: Pelajar SMA meninggal dunia di warung remang-remang di Desa Tebat Sibuk, Minggu dinihari 15 Maret 2026. Foto Polres Seluma dan Polsek Talo saat melakukan olah TKP Minggu pagi 15 Maret 2026 (TribunBengkulu.com/Yayan Hartono)

"Kejadiannya itu Minggu dinihari, minggu pagi sekira pukul 07.00WIB pelaku BS ini sudah kita dapatkan," terang Mirwan dikonfirmasi Tribunbengkulu.com Senin siang 16 Maret 2026.

Saat ini pelaku telah diamankan ke Mapolres Seluma kata Mirwan. Pelaku BS sedang menjalani pemeriksaan itensif oleh penyidik untuk kepentingan BAP dan pendalaman perkara. 

"Pelaku sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Kita masih akan dalami perkara ini, untuk mengungkap motif dan kemungkinan ada pihak lain yang terlibat," kata Mirwan. 

Untuk diketahui, pada Minggu dinihari 15 Maret 2026 sekira pukul 01.30WIB terjadi pembunuhan do warung remang-remang yang berada di perkebunan kelapa sawit Desa Tebat Sibun Kecamatan Talo Kecil.

Korban bernama Rido Saputra (17) yang juga masih berstatus sebagai pelajar warga Desa Taba Kecamatan Talo Kecil. Korban meninggal akibat luka tusukan senjata tajam, dua tusukan di bagian dada dan satu tusukan di rusuk sebelah kanan.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Masmambang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun korban tidak terselamatkan dan meninggal dunia. 

Warem Bikin Resah Warga

Keberadaan warung remang-remang di Desa Tebat Sibun, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma, kembali menjadi sorotan warga setelah seorang pelajar berusia 17 tahun tewas dalam peristiwa berdarah di lokasi tersebut, Minggu (15/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Korban bernama Rido Saputra (17) ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan luka tusuk di bagian dada setelah diduga terjadi keributan yang dipicu pesta minuman keras di warung remang-remang tersebut.

Kejadian tersebut terjadi di salah satu warung remang-remang yang berada di Desa Tebat Sibun, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma.

Korban diketahui bernama Rido Saputra (17), seorang pelajar SMA yang merupakan warga Desa Taba, Kecamatan Talo Kecil.

Korban Ditemukan Bersimbah Darah

Kepala Desa Tebat Sibu, Wekadin Saputra, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dari keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian, korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tergeletak bersimbah darah di depan toilet.

“Menurut keterangan salah seorang pengunjung, korban ditemukan sudah tergeletak bersimbah darah di depan toilet warung remang-remang. Korban mengalami dua luka tusuk di bagian dada depan dan di bagian dada samping kiri,” ungkap Wekadin Saputra saat dikonfirmasi, Minggu malam (15/3/2026).

Dari hasil pemeriksaan, korban diduga kuat menjadi korban penusukan menggunakan senjata tajam.

Luka yang dialami korban cukup parah, yakni dua luka tusuk di bagian dada depan serta di bagian tulang rusuk sebelah kiri.

Korban Dibawa ke Puskesmas

Setelah kejadian tersebut, pihak keluarga bersama warga sekitar langsung membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Masmambang.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penusukan serta motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribunbengkulu.com, peristiwa berdarah ini diduga dipicu oleh keributan yang berkaitan dengan persoalan dendam antar pemuda yang dipengaruhi konsumsi minuman keras.

 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved