Lebaran 2022
Pasca Longsor, Warga Masih Berwisata ke Wisata Alam Goa Kacamata di Lebong
Goa Kacamata ini merupakan peninggalan Belanda sewaktu masih menjajah dulu.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Pasca longsor yang terjadi pada bulan Januari 2022 lalu, destinasi wisata di Kabupaten Lebong, yakni Wisata Alam Goa Kacamata, yang berlokasi di Desa Lebong Tambang, pada Selasa (3/5/2022) masih dikunjungi wisatawan.
Dari pantauan Tribunbengkulu.com, meski kondisi wisata tersebut masih bayak material tanah longsor, beberapa wisatawan masih mengunjungi tempat ini.
Baca juga: Wisatawan Rela Berdatangan Sejak Pagi Hari Padati Objek Wisata di Kota Bengkulu
Lokasi wisata sekaligus tempat penambangan itu, saat ini tidak ada aktifitas penambangan tradisional lagi, tenda-tenda yang dibangun oleh penambangan ini sudah tidak beroperasi.
Salah wisatawan Yaspan Thohip (60) warga Kelurah Tes Kecamatan Lebong Selatan mengatakan, meski dirinya sudah tinggal lama di Kabupaten Lebong, ia baru pertama kali ke sini.
"Tadi sempat naik ke atas, ada lobang di sana luas sekali, saya berdua sama istri ke sini" kata Yaspan Thohip kepada TribunBengkulu.com, pada Selasa (3/5/2022).
Baca juga: 2 Tahun Tak Bisa Kumpul, Warga Kota Bengkulu Akui Senang Bisa Lebaran Bareng Keluarga
Sementara itu, Sekretaris Desa Lebong Tambang, sahmud mengatakan, untuk masyarakat yang ingin melihat dipersilahkan, namun untuk keselamatan tanggung sendiri.
"Kemarin sempat dibentu Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) untuk mengelolanya nanti, namun bubar," ujar Sahmud.
Sahmud menambahkan, InsyaAllah seusai lebaran ini pihaknya membentuk kembali pokdarwis, untuk membangun objek wisata di desa ini.
Baca juga: Rayakan Idul Fitri, Wakil Walikota Bengkulu Imbau Tetap Taat Prokes
"Saat ini masih berproses untuk membangun kembali objek wisata di desa ini, lantaran banyak tempat yang bisa dikelola sebagai tempat wisata, seperti yang berada di dekat Goa tersebut, ada tempat yang bagus dibuat untuk tempat kemah," jelas Sahmud.
Diketahui, Goa Kacamata ini merupakan peninggalan Belanda sewaktu masih menjajah dulu.
Pada tahun 1900-an masyarakat setempat mengelolanya dan menjadi penambangan tradisional.
Jarak dari muara Aman ke lokasi Goa kacamata ini tak terlalu jauh hanya 10 hingga 15 menit saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kondisi-Goa-Kacamata.jpg)