OPINI: Pariwisata Itu Prinsipnya Bisnis Berbasis Kebahagiaan
Kenapa orang ingin berwisata? karena ada satu tujuan personal yang ingin dicapai.
Penulis: Ardian Rangga dari Asosiasi Experiential Learning Indonesia
TRIBUNBENGKULU.COM - Kenapa orang ingin berwisata? karena ada satu tujuan personal yang ingin dicapai.
Dari sekian banyak tujuan personal, hampir satu tujuan ini selalu ada, yaitu change feeling.
Perubahan perasaan dari bosan menjadi senang, dari perasaan bosen kerja dikantor menjadi bahagia dan makin akrab dengan rekan kerja.
Dari kumpul-kumpul keluarga saat hari raya agar makin menciptakan kesan kebersamaan maka bersama-sama pergi ke objek wisata.
Maka semua aspek yang kontradiktif dari perasaan senang akan menggugurkan prinsip dasar dari berwisata.
Maka jika ingin bisnis di bidang pariwisata (objek wisata), idealnya prinsip ini menjadi pegangan bagi semua pihak yang berperan di Objek Wisata.
Justru kita mesti ciptakan Wow Experience bagi pengunjung agar tidak merasa bayar mahal atas perubahan rasa yang mereka alami (Experiential Tourism).
Kan sudah jelas, semakin lama orang bertahan dilokasi objek wisata maka akan semakin banyak potensi belanja.
Jika durasi kunjungan hanya sebentar, maka sulit membuat peluang pengunjung mengeluarkan “pitis/tanci” (uang dalam bahasa sehari-hari di Bengkulu).
Mas Menteri Sandiaga Uno pun telah menerapkan dasar pemikiran pariwisata itu adalah to look, to see, to experience/feel, but to buy.
Idealnya, Pembangunan pariwisata tidak pernah bisa berjalan sendiri, perlu adanya kerja sama dalam pengembangan pariwisata.
Pembangunan sumber daya manusia, sumber daya alam, infrastruktur, sosial dan budaya perlu dibangun antara pihak-pihak yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata.
Konsep Pentahelix merupakan salah satu dasar pijakan pengembangan pariwitasa dari Kementerian Pariwisata. Tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Pariwisata Republik Indonesia No 14 tahun 2016 Tentang Pedoman Destinasi Pariwisata yang berkelanjutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Ardian-Rangga2.jpg)