Ketahui Sejarah Melempar Jumrah dan Tata Cara Melakukannya Agar Ibadah Haji SAH

Berikut adalah informasi mengenai Sejarah Melempar Jumrah dan Tata Cara Melakukannya Agar Ibadah Haji Semakin SAH, simak penjelasannya berikut.

Penulis: Irlandika Kusuma. S | Editor: M Arif Hidayat
expatliving.sg
Sejarah Melempar Jumrah dan Tata Cara Melakukannya Agar Ibadah Haji Semakin SAH 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sebagai rukun Islam yang kelima, haji adalah bentuk kegiatan ibadah yang memiliki banyak pedoman yang harus dipatuhi agar pelaksanaannya sah.

Standar ini dipisahkan menjadi beberapa hal, termasuk keadaan, wajib, dan andalan haji. Karena itu, haji adalah cinta yang tidak boleh dilakukan sembarangan.

Karena tidak boleh inkonsisten, haji harus diselesaikan oleh umat Islam yang benar-benar dan benar-benar kompeten. Setiap muslim yang hendak menempuh perjalanan hendaknya mengetahui dengan hati-hati pokok-pokok perjalanan tersebut agar pelaksanaannya dapat diketahui oleh Allah SWT.

Tribuners perlu menyadari bahwa rukun haji merupakan syarat wajib yang harus dilakukan oleh setiap yang melaksanakan haji. Jika tribuners tidak menjalankan rukun ibadah haji, maka cintanya dianggap batal. Oleh karena itu, umumnya para jamaah haji harus melakukan persiapan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Ada salah satu rukun haji yaitu melempar jumrah, melempar jumroh adalah salah satu kegiatan yang harus anda laksanakan ketika sampai di tanah suci, pada Idul Adha.

Tiga kali pelemparan batu yang melambangkan rajam setan adalah salah satu komponen utama dari perjalanan tahunan yang menakjubkan.

Kegiatan melempar jumrah merupakan pengalaman peralihan terakhir bagi para peziarah dan terjadi di kota Mina tepat di luar kota suci Mekkah.

Sebelum pelemparan batu, sejumlah besar jamaah haji melewati malam di Muzdalifah mengumpulkan batu untuk persiapan ritual tersebut.

Halaman
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved