Cara Tepat Mengatasi Mual Ketika Hamil Dilengkapi Dengan Gaya Hidup Ketika Hamil Agar Tidak Mual
Kondisi mual dan muntah sudah menjadi gejala yang muncul pada wanita di awal kehamilan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Penulis: Yuni Astuti | Editor: M Arif Hidayat
TRIBUNBENGKULU.COM- Kondisi mual dan muntah sudah menjadi gejala yang muncul pada wanita di awal kehamilan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Banyak wanita merasa lemas, lesu, dan lesu jika mualnya parah dan sering. Agar hari tetap produktif, berikut berbagai cara mengatasi dan menghilangkan rasa mual saat hamil. Ada beberapa cara untuk mengatasi dan menghilangkan rasa mual saat hamil, termasuk di awal kehamilan.
Mulai dari minum obat dari dokter, pengobatan alami atau tradisional, hingga perubahan gaya hidup. Agar tidak bingung, berikut beberapa cara menghilangkan mual muntah pada ibu hamil yang bisa dilakukan:
Obat Mual untuk Ibu Hamil
Dikutip dari hello sehat.com, berikut ini beberapa obat yang direkomendasikan bagi kamu yang ingin mengatasi rasa mual ketika hamil :
1. Vitamin B6 dan doxylamine
Kombinasi suplemen doxylamine (Unisom) dan vitamin B6 (pyridoxine) yang direkomendasikan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) sebagai cara untuk mengatasi mual selama kehamilan.
Berbagai data juga menunjukkan bahwa kombinasi kedua obat ini sangat efektif untuk mengurangi dan menghilangkan mual dan muntah. Kombinasi kedua obat ini tidak mengakibatkan peningkatan risiko cacat lahir pada bayi.
Dilansir dari American Family Phsycian (AFP), pyridoxine-doxylamine adalah satu-satunya obat yang secara khusus diberi label oleh Food and Drugs Administration untuk mengobati mual dan muntah selama awal kehamilan.
2. Antiemetik
Antiemetik adalah obat antimual yang biasa diresepkan sebagai cara untuk mengobati dan meredakan mual selama kehamilan.
Obat ini diberikan jika pengobatan lain tidak berhasil. Ada beberapa jenis obat antiemetik yang biasanya diresepkan, yaitu:
- Proklorperazin (Compazine)
- Klorpromazin (Thorazin)
- Trimetobenzamid (Tigan)
- Ondansetron (Zofran)
- Sedangkan pada wanita dengan mual berat seperti saat awal kehamilan, dokter akan memberikan droperidol (Inapsine) dan diphenhydramine (Benadryl).
3. Antihistamin dan antikolinergik
Meclizine (Antivert), dimenhydrinate (Dramamine), dan diphenhydramine adalah obat yang terbukti efektif melawan mual dan muntah selama kehamilan. Selain itu, obat ini juga tentunya aman untuk diminum oleh ibu hamil.
4. Obat motilitas
Metoclopramide (Reglan) adalah obat yang membantu memperlancar pergerakan saluran pencernaan.
Obat ini bekerja dengan meningkatkan tekanan pada sfingter (otot seperti cincin yang menutup saluran atau pembukaan di dalam tubuh) dan terletak di kerongkongan bagian bawah.
5. Cairan intravena
Jika ibu hamil mengalami mual dengan komplikasi kehamilan seperti hiperemesis gravidarum, cairan infus merupakan metode pengobatan yang penting untuk mengatasinya.
Cairan intravena membantu menggantikan cairan yang hilang akibat muntah terus-menerus. Biasanya, perawatan ini diberikan di rumah sakit selama rawat inap atau di unit gawat darurat. Umumnya, dokter akan mengombinasikan cairan infus dengan antiemetik atau obat antimual.
Obat anti mual ini dapat diberikan dalam bentuk pil untuk diminum langsung, rektal (melalui anus), atau melalui infus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Cara-Tepat-Mengatasi-Mual-Ketika-Hamil-Dilengkapi-Dengan-Gaya-Hidup-Ketika-Hamil-Agar-Tidak-Mual.jpg)