Kamis, 11 Juni 2026

Hamil Setelah Keguguran, Berikut Enam Cara Mempersiapkannya Serta Apa Saja yang Harus Dilakukan

Ibu bisa memulai dari mempersiapkan fisik dan mental, minum susu persiapan kehamilan, hingga berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Tayang:
Penulis: Achmad Fadian | Editor: M Arif Hidayat
KlikDokter
6 Cara Mempersiapkan Kehamilan Setelah Keguguran 

TRIBUNBENGKULU.COM -  Tribunners, pastinya sangat menyanyat hati buah hati yang kita nanti-nanti harus mengalami keguguran. 

Namun itu semua, bukan berarti hal tersebut harus membuat Ibu menutup semua kemungkinan untuk memiliki keturunan.

Sebab, masih ada kesempatan untuk hamil lagi, dan mencoba proses kehamilan dari awal.

Ibu bisa memulai dari mempersiapkan fisik dan mental, minum susu persiapan kehamilan, hingga berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Berikut ini 6 cara mempersiapkan kehamilan setelah mengalami keguguran:

Ambil Jeda Setelah Keguguran

Tribunners, ada baiknya Ibu mengambil jeda terlebih dahulu sebelum memulai kembali kehamilan.

Karena rahim juga membutuhkan masa penyembuhan setelah tindakan kuretase.

Banyak dokter yang menyarankan untuk menunggu tiga kali siklus menstruasi sebelum mempersiapkan kehamilan kembali.

Pendapat ini, sudah didukung oleh The American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) yang berkata, waktu yang tepat untuk hamil setelah keguguran adalah setelah haid, karena haid menjadi pertanda bahwa kondisi rahim seorang perempuan mulai membaik.

Persiapkan Mental dan Emosi

Tribunners, keguguran yang menimpa kamu pastinya berdampak pada kondisi psikis dan juga fisik Ibu.

Oleh sebab itu, jeda yang diambil setelah keguguran ini juga bermaksud untuk memulihkan tubuh dan pikiran Ibu agar siap untuk menghadapi kehamilan yang berikutnya.

Konsultasi dengan Dokter Kandungan

Ketika kamu hendak memulai kembali kehamilan pasca keguguran, bicarakan dulu dengan dokter kandungan yang sudah mengetahui riwayat kandungan Ibu.

Dokter sudah tahu rekam medis Ibu, sehingga bisa memberi saran atau terapi yang Ibu butuhkan saat fase kehamilan.

Jangan Sampai Stres

Tribunners, kamu harus menjaga kondisi emosional Ibu agar tidak cepat stres.

Sebab, stres bisa mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur ovarium untuk melepas sel telur sehingga masa ovulasi Ibu bisa terlambat, dan malah tidak terjadi sama sekali.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved