Pemilu Serentak 2024

Potensi Kecurangan Pemilu Rawan Terjadi di Tingkat Kecamatan dan Kabupaten

Potensi kecurangan pelaksanaan pemilihan umum atau pemilu rawan terjadi ditingkat kecamatan dan kabupaten.

Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra saat berbincang dengan TribunBengkulu.com, Rabu (22/6/2022). Irwan menyebut ada beberapa potensi kecurangan pemilu 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Potensi kecurangan pelaksanaan pemilihan umum atau pemilu rawan terjadi ditingkat kecamatan dan kabupaten.

Dikatakan Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra, ketika di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) rekapitulasi baru bisa dilakukan setelah seluruh kotak suara atau hasil dari setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) terkumpul.

Permasalahannya, untuk daerah yang memiliki daerah yang luas dan jarak antar Kecamatan jauh, maka butuh waktu beberapa hari sampai semua kotak suara terkumpul.

"Dijeda waktu ini, jika tidak dilakukan manajemen yang baik, tidak profesional, terintegritas dan terbuka, maka yang benar saja akan dicurigai, apalagi kalau ada kesalahan yang dilakukan," kata Irwan.

Jeda waktu tersebut juga menjadi permasalahan saat pengumpulan kotak suara dari kecamatan ke tingkat kabupaten.

Sedangkan untuk dugaan kecurangan saat rekapitulasi yang terjadi ditingkat provinsi tidak begitu tidak begitu rawan.

Ini karena pada tingkatan ini hanya tinggal mengikuti hasil rekapitulasi dari tingkat kabupaten/kota saja.

Begitupun dengan tingkat TPS, karena pada tingkat ini perhitungan suara langsung dilakukan ditempat dan dapat disaksikan oleh semua orang secara terbuka.

Bahkan dalam pelaksanaan perhitungannya hanya dilakukan dalam 1 hari tanpa jeda dan biasnya hanya diselingi dengan istirahat shalat dan makan saja.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved