Hadir di Bengkulu Apam Panas Khas Bugis Sidrap Makassar 'Apang', Sehari Bisa Jual 150 Porsi

Apam Panas khas Bugis Sidrap Makassar atau orang Bugis menyebutnya kue apem atau apang, kini hadir di Bengkulu.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Lapak apam panas khas Bugis Sidrap Makassar 'Raja Apang Panas 77' hadir di Bengkulu. Berlokasi di depan Kampus Universitas Dehasen (Unived) Bengkulu.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Apam panas khas Bugis Sidrap Makassar atau orang Bugis menyebutnya kue apem atau apang, kini hadir di Bengkulu.

Andi, si penjual apam panas khas Bugis mengatakan sejak Juni lalu ia bersama keluarganya membuka kedai yang diberi nama Raja Apang Panas 77 di depan kampus Universitas Dehasen (Unived) Bengkulu

"Kita jualnya per porsi (apam panas khas Bugis). Kalau ramai pas weekend atau hari libur itu bisa sampai 150 porsi sehari. Kalau hari biasanya itu sekitar 100 porsi apang," kata Andi kepada TribunBengkulu.com, Rabu (10/8/2022). 

Harga satu porsi atau per porsinya mulai Rp 15 ribu dengan isi 10 apang, lalu Rp 20 ribu isi 14 apang, dan Rp 30 ribu isi 21 apam.

Kue yang berbahan dasar tepung ini, memiliki ciri khas manis gula aren. Ditambah dengan gurihnya  taburan kepala parut. Menambah cita rasa dari apam khas Bugis ini. 

Lapak kue apem atau apang 'Raja Apang Panas 77' ini, mulai buka sejak pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Selain melayani langsung pembeli di lapak, Raja Apang Panas 77 ini juga menerima pesanan untuk acara maupun hajatan. Bisa menghubungi nomor 082154089768.

"Ini bisnis keluarga, resep juga sudah dari nenek moyang. Yang kami modifikasi untuk sesuai kan zaman. Alhamdulillah, banyak yang suka," jelas Andi. 

Laki-laki suku Bugis ini menceritakan sebelum ke Kota Bengkulu, ia bersama keluarganya juga sudah menyambangi Jambi, Mataram, Bau Bau.

Ia bersama orang tua dan adik adiknya kompak menjajakan apam khas Bugis.

Di samping untuk mengais rejeki, juga untuk mengenalkan makanan khas dari Makassar ini yang memang keluarga mereka asli Bugis, dari Sulawesi Selatan. 

"Sejak 2017 lalu, kami berjualan. Ini keliling jualannya. Bareng keluarga, karena kue ini musiman ya jadi kita sesuai durasi di kota tertentu," terang Andi. 

Baca juga: 4 SPBU di Bengkulu Ajukan Penangguhan Penjualan BBM Subsidi Jenis Solar, Alasannya Ini

Baca juga: Alokasi Pupuk Subsidi di 10 Kabupaten/Kota di Bengkulu 2022, Ini Cara Dapatkan Pupuk Subsidi

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved