Wabah PMK di Bengkulu

Sudah 7.406 Ternak di Bengkulu Terserang Wabah PMK, 32 Ternak Mati

Hingga hari ini, Kamis (11/8/2022) tercatat sudah ada 7.406 ternak di Bengkulu terserang wabah PMK. Didominasi sapi dan kerbau.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Pemeriksaan PMK yang dilaksanakan petugas beberapa waktu yang lalu. Tercatat sudah ada 7.406 ternak di Bengkulu terserang wabah PMK hingga hari ini, Kamis (11/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Hingga hari ini, Kamis (11/8/2022) tercatat sudah ada 7.406 ternak di Bengkulu terserang wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Didominasi sapi dan kerbau. 

Ternak yang terserang wabah PMK tersebut tersebar di 8 Kabupaten dan 1 Kota. Meliputi Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur, Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu.

Sampai dengan saat ini hanya tinggal di Kabupaten Lebong yang masih belum ditemukan adanya wabah PMK yang menyerang.

Untuk diketahui, penyebaran wabah PMK terbanyak ada di Kabupaten Bengkulu Selatan dengan jumlah 2.476 kasus.

Selanjutnya disusul oleh Kabupaten Rejang Lebong dengan jumlah 1.208 kasus dan Kabupaten Kaur dengan jumlah 1.137 kasus.

Sedangkan untuk kasus terendah ada di Kota Bengkulu dengan jumlah 67 kasus dan Kabupaten Kepahiang dengan 167 kasus.

"Sampai dengan saat ini sudah ada 32 ternak yang mati akibat PMK. 12 ekor di Bengkulu Selatan, 10 ekor di Bengkulu Utara, 6 ekor di Rejang Lebong, 3 ekor di Kaur dan 1 ekor di Mukomuko," ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Syarkawi, Kamis (11/8/2022).

Untuk mengantisipasi penyebaran wabah PMK di Provinsi Bengkulu, saat ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi terus menggencarkan vaksinasi pada hewan ternak.

Hingga saat ini sudah ada sebanyak 38.300 dosis vaksin yang didistribusikan ke 10 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Bengkulu.

Walaupun hingga saat ini baru 13.937 dosis vaksin yang sudah disuntikkan kepada hewan ternak masyarakat.

Sedikit lambatnya proses penyuntikan vaksin PMK ini karena terkendala di lapangan.

Para peternak kesulitan untuk mengumpulkan ternak mereka, karena biasanya memang dibiasakan untuk berkeliaran mencari makan.

"Sementara itu, dari kasus PMK yang ada, sebanyak 3.813 kasus dinyatakan sudah sembuh. Jadi hanya tinggal 3.545 kasus lagi yang masih sakit," kata Syarkawi.

Baca juga: Potensi Besar PAD Kota Bengkulu dari Pajak Reklame, Tahun 2022 Targetkan Rp 2,6 Miliar dari Reklame

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG Bengkulu 11-13 Agustus 2022: Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved