Bengkulu Berpotensi Gempa 8,4 SR dan Tsunami 14 Meter Jika Lempeng Enggano Pecah
Bengkulu memiliki sendiri lempengan atau megathrust, yang terletak di bawah Pulau Enggano.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: M Arif Hidayat
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Bengkulu memiliki sendiri lempengan atau megathrust, yang terletak di bawah Pulau Enggano.
Lempengan ini berdekatan dengan lempengan mentawai yang berada di Sumatera Barat.
Tak seperti Lempengan mentawai, Lempengan Enggano berpotensi gempa dengan kekuatan 8,4 skala richter (SR) hingga menyebabkan tsunami lebih kurang 14 meter.
"Potensi itu ada namun jika lempengan Enggano ini pecah dan belum diketahui kapan akan terjadinya, gempa yang kemarin itu hanya bagian ujung dari lempengan yang bergeser," ucap Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) muda, BMKG Geofisika Kepahiang, Sabar Ardiansyah kepada Tribunbengkulu.com, pada Sabtu (27/8/2022).
Untuk lempengan mentawai sendiri memang memiliki potensi gempa besar hingga 8,9 SR, namun dampaknya hanya akan terasa di Kabupaten Mukomuko saja.
Selain itu, Provinsi Bengkulu juga memiliki lempeng plat tektonik atau lempengan darat, yang berada di Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, Ulu musi hingga Ke Empat Lawang.
Dampak yang disebabkan oleh pergeseran lempeng darat ini, hanya kerusakan akibat pergeserannya saja dan tidak menimbulkan tsunami.
Gempa bumi sendiri, merupakan salah satu penyebab utama terjadinya tsunami, karena adanya pergerakan lempeng yang memungkinkan terjadinya gesekan atau tumbukan antarlempeng.
Sehingga salah satu lempeng mengalami kenaikan dan yang lainnya penujaman. Ada beberapa kriteria gempa bumi diantaranya pusat gempa berada di laut dan kurang dari 30 kilometer dari permukaan laut.
Magnitudo atau kekuatan gempanya lebih dari 6 Skala Richter (SR), Sesar gempanya tergolong vertikal.
"Kalau potensi tsunami itu yang akan mendapat imbasnya itu pulau Enggano, karena ia berada di atas lempeng Enggano, namun potensi tsunami itu bisa di kecilkan, karena masyarakat di sana sangat menjaga kelestarian pohon bakau yang berguna sebagai dinding penahan gelombang tsunami," ucapnya.
Pihaknya juga berharap, mitigasi bencana ini sangat perlu dilakukan oleh pihak pemerintah, agar dapat mengurangi resiko bencana.
Seperti jika nanti terjadi gempa bumi akibat pergeseran lempengan dk Enggano, masyarakat sebaiknya harus mencari tempat yang tinggi.
"Untuk di lempeng darat, masyarakat harus mencari di tempat atau lapangan yang luas dan terbuka," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Pengamat-Meteorologi-dan-Geofisika-PMG-muda-BMKG-Geofisika-Kepahiang-Sabar-Ardiansyah.jpg)