Bentrok Demo Mahasiswa Bengkulu

Demo Tolak Harga BBM Naik di Bengkulu Bentrok, Polisi Pastikan Mahasiswa Ditangkap Sudah Dibebaskan

Polisi memastikan 7 orang mahasiswa, dan 1 pelajar STM yang sempat ditangkap saat aksi demo tolak harga BBM naik di DPRD Bengkulu sudah dibebaskan.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno memastikan mahasiswa dan pelajar yang diamanakan saat demo tolak harga BBM naik di DPRD Provinsi Bengkulu pada Selasa (6/9/2022) sudah dibebaskan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Polisi memastikan 7 orang mahasiswa, dan 1 pelajar STM yang sempat ditangkap saat aksi demo tolak harga BBM naik di DPRD Bengkulu, Selasa (6/9/2022) kemarin sudah dibebaskan.

Para mahasiswa dan pelajar STM ini ditangkap dengan alasan melakukan provokasi, serta pelemparan batu saat demo tolak harga BBM naik. Beberapa di antaranya disebutkan telah menyiapkan dan membawa batu dari luar.

Kemudian, setelah ditangkap, mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam massa demo tolak harga BBM naik sempat diinterogasi oleh petugas, dan kemudian dibebaskan.

"Mereka kemudian diminta membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan hal yang sama di demo berikutnya, sebelum kita bebaskan," kata Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno kepada TribunBengkulu.com, Rabu (7/9/2022).

Sementara, untuk mahasiswa yang terluka, polisi juga sudah memeriksa ke beberapa rumah sakit yang ada di Bengkulu, seperti RS M Yunus, RS Rafflesia, dan RSHD Kota Bengkulu.

Massa aksi demo tolak kenaikan harga BBM dipukul mundur pakai water Cannon dan gas air mata. 
Massa aksi demo tolak kenaikan harga BBM dipukul mundur dengan tembakan water cannon dan gas air mata.  (Beta Misutra/TribunBengkulu.com)

Untuk mahasiswa yang dilarikan ke rumah sakit ini, Sudarno menyebutkan kondisinya sudah aman, dan sudah pulang ke rumah masing-masing.

"Mereka luka, tapi tidak serius. Ada yang dijahit memang. Tapi kondisi mereka sudah baik, tidak ada yang membahayakan," ujar Sudarno.

Sudarno sendiri mengatakan pihaknya merasa prihatin karena aksi demo tersebut harus diwarnai bentrokan antara mahasiswa dan polisi. Penyampaian aspirasi, kata dia, harusnya bisa dengan dialog.

"Karena sehari sebelumnya, ada demo juga. Terbukti aman, kita duduk bersama, ngobrol, aspirasinya disampaikan, poinnya dapat," ungkap Sudarno.

Sebelumnya, polisi menangkap 1 siswa STM dan 7 orang mahasiswa di demo menolak kenaikan harga BBM di DPRD Bengkulu, Selasa (6/9/2022) siang.

Massa kemudian bersedia membubarkan diri, dengan syarat 8 orang rekannya yang ditangkap, termasuk siswa STM tersebut, dilepaskan aparat kepolisian.

Selain 8 orang yang ditangkap, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bengkulu (Unib), Alriansyah Idris menyebutkan ada 2 mahasiswa Unib yang terluka di bagian kepala, dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Selain 2 orang tersebut, beberapa massa aksi lain juga disebutkan terluka. Luka ini berbentuk luka ringan dan lebam.
 

Baca juga: BREAKING NEWS: Demo Tolak Kenaikan BBM di Bengkulu Bentrok, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Baca juga: Siswa STM Ikut Diamankan Polisi saat Bentrok Demo Mahasiswa di Bengkulu, Kapolres: Dia Melempar Batu

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved