Sidang Oknum Polisi Aniaya ART

Sidang Etik Bripka Beni Oknum Polisi Aniaya ART Tunggu Putusan Pengadilan

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan Polda Bengkulu nantinya akan melakukan sidang kode etik untuk Bripka Beni Adiansyah.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno menerangkan sidang etik Bripka Beni oknum polisi aniaya ART akan dilakukan setelah putusan inkrah dari pengadilan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan Polda Bengkulu nantinya akan melakukan sidang kode etik untuk Bripka Beni Adiansyah, oknum polisi aniaya ART di Bengkulu.

Hanya saja, Polda Bengkulu saat ini masih menunggu putusan inkrah dari pengadilan, sebelum melaksanakan sidang kode etik untuk Bripka Beni oknum polisi aniaya ART.

"Di internal pasti kita proses. Kalau melanggar kode etik, ancamannya pasti pemecatan," kata Sudarno kepada TribunBengkulu.com, Jumat (16/9/2022) saat ditanya sidang kode etik untuk oknum polisi aniaya ART.

Polda Bengkulu juga memastikan akan menindak oknum polisi yang melanggar aturan. Apakah itu melakulan tindak pidana dan narkoba, ataupun pelanggaran disiplin.

"Kalau pelanggaran disiplin, diproses sesuai aturan internal Polri. Kalau pidana umum, proses pidana umum di pengadilan," ujar dia.

Proses persidangan untuk Bripka Beni sendiri masih terus berproses di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu. Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah dilakukan pada Kamis (15/9/2022) kemarin.

Dalam dakwaan JPU, setidaknya ada 25 kali kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan Bripka Beni terhadap korban, Yesi Apriliya.

Fakta persidangan menunjukkan korban mulai bekerja di rumah Bripka Beni sebagai ART pada bulan Januari 2022. Gajinya Rp 1 juta, per bulan.

Namun, dari bulan Januari, hingga bulan Juni 2022, gaji korban tidak pernah dibayarkan oleh terdakwa.

Selain itu, dalam dakwaan yang dibacakan JPU, korban juga mengalami pemukulan oleh 2 terdakwa, Bripka Beni dan istrinya, Lediya Eka Restu.

Akibat pemukulan tersebut, dari hasil pemeriksaan, korban mendapatkan luka terbuka di bagian kepala dan wajah. Kemudian, di tangan kanan, ada luka memar dan luka bakar. Di tangan kiri, juga ada luka bakar.

Di kaki kanan, ada luka bakar, luka lecet, dan juga luka memar. Luka bakar terbesar di bagian kaki berukuran panjang 10 cm dan lebar 1 cm.

Agenda sidang selanjutnya adalah pada Rabu (21/9/2022) depan, dengan agenda pemeriksaan saksi JPU.

Baca juga: Kepergok Isi BBM Berulangkali, Penggunjal Pertalite di Bengkulu Selatan Ditangkap Polisi yang Nyamar

Baca juga: Prakiraan Cuaca Bengkulu Hari Ini, BMKG: Berawan, Potensi Hujan Ringan-Lebat di Wilayah Ini 
 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved