Tarif Bus DAMRI Naik, Tapi Penumpang Malah Meningkat, Ternyata Ini Penyebabnya

Tarif angkutan bus DAMRI Cabang Bengkulu yang melayani rute pemberangkatan dari Kota Bengkulu menuju ke arah Kabupaten Mukomuko mengalami kenaikan har

Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
Beta Misutra/Tribunbengkulu.com
Tarif angkutan bus DAMRI Cabang Bengkulu yang melayani rute pemberangkatan dari Kota Bengkulu menuju ke arah Kabupaten Mukomuko mengalami kenaikan harga, akibat kenaikan BBM 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Tarif angkutan bus DAMRI Cabang Bengkulu yang melayani rute pemberangkatan dari Kota Bengkulu menuju ke arah Kabupaten Mukomuko mengalami kenaikan harga.

Kenaikan harga mulai diberlakukan sejak tanggal 4 September 2022 lalu, satu hari setelah pemerintah menetapkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dikatakan Manager Usaha Perum DAMRI Cabang Bengkulu, Setyo Prayitno bahwa penyesuaian harga ini harus mereka lakukan untuk mengimbangi kenaikan harga BBM.

Baca juga: Sopir Keluhkan Aplikasi MyPertamina, Tuding Sebabkan Antrean Panjang di SPBU Kelobak Kepahiang

Baca juga: Cara Mudah Cek Status Penerima BSU 2022, Cukup Klik Link kemnaker.go.id

Baca juga: Nonton Lycoris Recoil Episode 12 Sub Indo dan Full Episode Lengkap, Bisa Streaming dan Download

Terutama harga BBM jenis Biosolar yang menjadi bahan bakar utama Bus DAMRI yang mengalami kenaikan dari harga sebelumnya Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 perliter.

"Kami tetap ikuti ketetapan Direksi Perum DAMRI, kita sesuaikan dari harga lama dan harga baru jadi 25 persen. Untuk angkutan AKDP (Antar Kabupaten Dalam Provinsi) kita melayani ke arah Mukomuko yaitu dari Rp 100.000 jadi Rp 125.000," ungkap Setyo.

Bukan hanya itu, untuk bus DAMRI  angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang melayani rute Bengkulu - Tasikmalaya juga mengalami kenaikan.

Yaitu dari tarif angkutan sebelumnya yaitu Rp 400.000 naik menjadi Rp 450.000.

Namun uniknya, ternyata dari data selama 14 hari sejak tarif angkutan dinaikkan sebagai dampak dari kenaikan harga BBM, justru tidak berdampak kepada tren penggunaan angkutan bus DAMRI.

Malah terjadi tren peningkatan jumlah penumpang sekitar 38 persen dari hasil perhitungan penumpang bus AKDP yang melayani rute Bengkulu - Mukomuko.

"Terjadi peningkatan penumpang komersil Bengkulu - Mukomuko yang jaraknya sekitar 332 KM. Saat belum ada kenaikan tarif, penumpang perhari 8-9 orang. Setelah kami hitung selama 14 hari ini, malah menjadi 12 -13 orang perhari," ujar Setyo.

Diperkirakan, hal ini terjadi karena adanya perhitungan ekonomis yang dilakukan oleh masyarakat antara menggunakan bus dengan kendaraan pribadi.

Akibat biaya BBM yang cukup tinggi, sehingga diperkirakan akan lebih hemat berangkat dengan naik bus jika dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Belum lagi ditambah dengan keengganan masyarakat untuk mengantre BBM yang saat ini mengular di setiap SPBU.

"Belum lagi dengan bebagai macam prosedur pengisian BBM yang mengharuskan menggunakan My Pertamina agak sulit bagi masyarakat awam. Kami berharap kedepannya tren penumpang kedepan akan semakin naik, karena masyarakat juga akan berfikir 2 kali jika ingin menggunakan kendaraan pribadi," kata Tyo.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved